Dinkes Kobar Ingatkan Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Warga

oleh
Dinkes Kobar mengingatkan bahaya asap karhutla yang mengancam kesehatan warga. Masyarakat diminta memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Kotawaringin Barat – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Seiring meningkatnya kejadian karhutla selama musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak asap yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.

Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi paparan asap di sejumlah wilayah Kobar. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan kronis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dr. Achmad Rois, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara mulai memburuk akibat kabut asap.

Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap mulai pekat,” ujarnya.

Menurutnya, paparan asap karhutla tidak hanya menyebabkan batuk dan pilek, tetapi juga dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru kronis. Dampaknya akan semakin besar apabila masyarakat terpapar dalam waktu yang lama.

Dinkes Kobar juga mengingatkan bahwa partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran hutan mampu masuk hingga ke paru-paru. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus apabila terpaksa beraktivitas di area terbuka.

Gunakan masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata,” kata dr. Achmad Rois.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur selama musim kemarau berlangsung.

Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menunggu gejala penyakit muncul. Oleh sebab itu, Dinkes Kobar terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan asap karhutla.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat masih terjadi sepanjang tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2026, puluhan kejadian karhutla telah menghanguskan lebih dari 113 hektare lahan, sehingga meningkatkan potensi munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.