PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapperida kembali menegaskan komitmennya mendukung visi gubernur dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Namun di tengah gaung besar tersebut, publik mulai mempertanyakan: sejauh mana konsep ini benar-benar menyentuh realitas di lapangan?
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kalteng, Syahfiri, menyatakan bahwa arah pembangunan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui investasi dan infrastruktur.
“Kita akan terus mendukung pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ambisi Besar, Tantangan Tidak Kecil
Pembangunan berkelanjutan bukan sekadar jargon. Konsep ini menuntut keseimbangan antara:
- Pertumbuhan ekonomi
- Kelestarian lingkungan
- Kesejahteraan masyarakat
Namun di lapangan, tantangan masih nyata:
- Infrastruktur belum merata
- Akses wilayah pedalaman masih terbatas
- Ketimpangan pembangunan antar daerah
Artinya, jalan menuju pembangunan berkelanjutan masih panjang.
Visi Gubernur Didorong, Implementasi Jadi Kunci
Bapperida disebut berperan strategis dalam merancang arah pembangunan daerah, termasuk memastikan program berjalan sesuai visi “Kalteng Berkah, Maju, dan Bermartabat.”
Namun perencanaan yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan.
Masalah klasiknya bukan pada konsep—
tetapi pada eksekusi.
Investasi dan Infrastruktur Jadi Andalan
Fokus pada investasi dan pembangunan infrastruktur menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun pendekatan ini juga menyimpan risiko jika tidak dikelola dengan tepat:
- Pembangunan tidak merata
- Lingkungan terabaikan
- Manfaat tidak dirasakan langsung oleh masyarakat
Di sinilah konsep “berkelanjutan” diuji—
apakah benar menjaga keseimbangan, atau sekadar mengejar pertumbuhan.
Perencanaan Kuat, Tapi Harus Menyentuh Akar Masalah
Bapperida memiliki peran penting dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan terarah dan sesuai prioritas.
Namun publik kini menuntut lebih dari sekadar dokumen perencanaan.
Yang dibutuhkan adalah:
- Program yang tepat sasaran
- Realisasi yang konsisten
- Dampak nyata bagi masyarakat
Pembangunan Berkelanjutan: Konsep atau Kenyataan?
Komitmen pemerintah daerah sudah jelas.
Visi sudah dicanangkan.
Strategi sudah disusun.
Namun pertanyaan yang lebih tajam kini muncul:
apakah pembangunan berkelanjutan di Kalteng benar-benar berjalan, atau masih sebatas konsep di atas kertas?
Jika implementasi tidak maksimal,
maka istilah “berkelanjutan” berisiko hanya menjadi slogan—
tanpa perubahan nyata di lapangan.





