SE 2026 Dipertaruhkan: Pengamat Sentil Pelaku Usaha Kalteng, Data Salah Bisa Bikin Kebijakan Gagal Total

oleh
Pengamat ekonomi Kalteng, Rawing Rambang, melontarkan peringatan tegas kepada pelaku usaha: jangan anggap remeh sensus ini.

PALANGKA RAYA – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) bukan sekadar pendataan rutin. Di Kalimantan Tengah, ini bisa menjadi penentu arah ekonomi—atau justru sumber kesalahan besar jika diabaikan.

Pengamat ekonomi Kalteng, Rawing Rambang, melontarkan peringatan tegas kepada pelaku usaha: jangan anggap remeh sensus ini.

“Kalau pelaku usaha tidak berpartisipasi atau memberikan data yang tidak akurat, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan keliru,” tegasnya.

Data Buruk = Kebijakan Salah Sasaran

Rawing menegaskan, banyak kebijakan ekonomi selama ini kerap tidak tepat sasaran—dan salah satu penyebab utamanya adalah data yang tidak akurat.

SE2026 menjadi momen krusial untuk memperbaiki hal tersebut.

banner 336x280

Namun jika pelaku usaha:

  • Tidak jujur
  • Tidak terbuka
  • Atau bahkan menolak didata

maka dampaknya bukan hanya administratif—
tapi bisa merusak arah kebijakan ekonomi daerah.

banner 336x280

UMKM Bisa Jadi Korban Jika Data Tidak Valid

Sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah justru paling berisiko terdampak jika data tidak sesuai kondisi lapangan.

Akibatnya:

  • Bantuan tidak tepat sasaran
  • Program pembinaan meleset
  • Peluang pengembangan usaha hilang

Ironisnya, kesalahan itu bisa berawal dari satu hal sederhana: data yang tidak jujur.

Bukan Sekadar Sensus, Ini “Peta Masa Depan” Ekonomi

SE2026 akan digunakan pemerintah sebagai dasar menyusun:

  • Kebijakan ekonomi
  • Strategi investasi
  • Program pemberdayaan usaha

Artinya, sensus ini adalah peta masa depan ekonomi daerah.

Jika petanya salah, maka arah pembangunan juga akan salah.

Rawing: Jangan Sampai Pelaku Usaha Jadi Penyebab Kegagalan

Rawing menegaskan, tanggung jawab tidak hanya ada di pemerintah atau BPS, tetapi juga di pelaku usaha itu sendiri.

“Partisipasi aktif dan keterbukaan pelaku usaha sangat menentukan kualitas hasil sensus,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, sikap abai justru akan berbalik merugikan pelaku usaha dalam jangka panjang.

Pilihan Ada di Pelaku Usaha

Kini, pelaku usaha dihadapkan pada dua pilihan:

  • Berpartisipasi aktif → data akurat → kebijakan tepat → usaha berkembang
  • Abai atau tidak jujur → data bias → kebijakan salah → usaha stagnan

SE2026 bukan sekadar kewajiban administratif.
Ini adalah penentu arah ekonomi Kalteng ke depan.

Dan jika gagal,
bukan hanya pemerintah yang disalahkan—
pelaku usaha juga ikut bertanggung jawab.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.