Tragedi Bukit Akap: Mobil Gagal Nanjak, Tiga Warga Derawa Tewas di Tempat

oleh
Kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan rawan Bukit Akap, Kecamatan Seruyan Tengah

SERUYAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan rawan Bukit Akap, Kecamatan Seruyan Tengah. Sebuah mobil yang membawa satu keluarga dilaporkan mengalami kecelakaan fatal saat melintasi tanjakan curam, Minggu (12/4/2026) sore.

Insiden tragis ini menewaskan tiga orang warga Desa Derawa di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius.

Gagal Nanjak, Mobil Mundur Tak Terkendali

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan diduga Mobil tidak mampu menaklukkan tanjakan ekstrem dengan kondisi jalan yang licin dan tidak rata.

Saat berada di titik tanjakan, mobil kehilangan tenaga dan kemudian mundur tanpa kendali hingga berujung kecelakaan fatal.

“Saat menanjak kondisi jalan licin, mobil tidak mampu melanjutkan perjalanan lalu mundur,” ungkap pihak kepolisian.

banner 336x280

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, di jalur Bukit Akap yang dikenal memiliki medan berat dan berisiko tinggi bagi kendaraan.

Satu Keluarga Jadi Korban

Informasi sementara menyebutkan seluruh korban merupakan satu keluarga asal Desa Derawa, Kecamatan Seruyan Tengah.

banner 336x280

Dari lima orang dalam kendaraan:

  • 3 orang meninggal dunia di tempat
  • 2 orang mengalami luka kritis

Bahkan, disebutkan di antara korban tewas terdapat pasangan suami istri, menambah duka mendalam bagi keluarga.

Jalan Ekstrem, Warga Sudah Lama Khawatir

Warga setempat menilai, kondisi jalan di Bukit Akap memang sudah lama menjadi ancaman. Permukaan tidak rata, tanjakan curam, serta minimnya pengamanan membuat jalur ini rawan kecelakaan.

“Jalan tidak rata dan tanjakan sangat curam, sangat berisiko,” ujar seorang warga di lokasi.

Desakan pun muncul agar pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur sebelum kembali memakan korban.

Alarm Keras untuk Pemerintah

Tragedi ini kembali membuka fakta pahit: masih banyak ruas jalan di daerah yang belum memenuhi standar keselamatan.

Jika tidak segera ditangani, Bukit Akap bukan hanya jalur penghubung—
tetapi bisa terus menjadi titik maut berikutnya.

Kini, sorotan publik tidak hanya tertuju pada kecelakaan itu sendiri,
melainkan pada siapa yang bertanggung jawab atas kondisi jalan berbahaya tersebut.

banner 336x280