DPRD Gumas Ingatkan Ancaman Ponsel pada Anak: Kontrol Lemah, Risiko Nyata

oleh
Ketua Komisi III DPRD Gumas, Iceu Purnamasari, menegaskan pembatasan penggunaan ponsel pada anak bukan lagi sekadar imbauan, tetapi kebutuhan mendesak.

KUALA KURUN – DPRD Kabupaten Gunung Mas menyoroti ancaman serius penggunaan ponsel pada anak yang dinilai kian tidak terkendali. Di tengah derasnya arus digital, lembaga legislatif mengingatkan: tanpa kontrol ketat dari orang tua, ponsel bisa menjadi pintu masuk berbagai risiko sosial, psikologis, hingga penyimpangan perilaku.

Ketua Komisi III DPRD Gumas, Iceu Purnamasari, menegaskan pembatasan penggunaan ponsel pada anak bukan lagi sekadar imbauan, tetapi kebutuhan mendesak.

“PP Tunas membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Akan lebih baik jika orang tua juga membatasi anak menggunakan ponsel,” ujarnya.

Ancaman Nyata: Anak Rentan, Ruang Digital Tanpa Filter

DPRD menilai anak-anak berada dalam fase psikologis yang belum stabil dan mudah terpapar konten negatif. Risiko yang muncul tidak lagi sebatas kecanduan, tetapi juga:

  • penyebaran hoaks
  • perundungan digital
  • hingga perilaku menyimpang

Kasus terbaru bahkan menunjukkan anak terlibat dalam penyebaran kabar kematian palsu, yang kemudian terbukti tidak benar.

banner 336x280

Ini menjadi alarm: anak tidak hanya korban, tapi juga bisa menjadi pelaku di ruang digital.

Orang Tua Kehilangan Kontrol

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. DPRD melihat akar masalah justru ada pada:

banner 336x280
  • minimnya pengawasan
  • pola asuh yang “menyerahkan” anak ke gadget
  • serta kurangnya literasi digital dalam keluarga

“Kalaupun anak menggunakan ponsel, orang tua tetap wajib mendampingi,” tegas Iceu.

Dalam banyak kasus, ponsel bahkan dijadikan “alat penenang instan” bagi anak—praktis, tapi berisiko jangka panjang.

Kontradiksi Digital: Teknologi Maju, Kontrol Mundur

Di satu sisi, pemerintah mendorong transformasi digital.
Di sisi lain, kontrol sosial—terutama dari keluarga—tidak berkembang secepat teknologi.

Akibatnya:

  • anak lebih dekat dengan layar daripada lingkungan sosial
  • interaksi nyata menurun
  • ketergantungan digital meningkat

Secara nasional, pemerintah bahkan mulai membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun karena tingginya risiko seperti pornografi, penipuan, dan cyberbullying Artinya, ancaman ini sudah masuk kategori serius secara nasional.

Dampak Jangka Panjang: Generasi Rentan Digital

Sejumlah kajian menunjukkan dampak nyata kecanduan gadget pada anak:

  • sulit fokus belajar
  • gangguan tidur
  • masalah kesehatan mental
  • kecenderungan perilaku impulsif

Bahkan, anak bisa mengalami kecemasan saat tidak memegang gadget—indikasi awal ketergantungan digital.

Batasi, Dampingi, dan Alihkan Aktivitas

DPRD Gumas mendorong langkah konkret:

  • pembatasan waktu penggunaan ponsel
  • pendampingan aktif oleh orang tua
  • penyediaan aktivitas alternatif

“Ajak anak ke perpustakaan, olahraga, atau permainan tradisional,” imbau Iceu.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah ketergantungan sekaligus menjaga keseimbangan perkembangan anak.

Imbauan DPRD Gumas bukan sekadar edukasi, tapi peringatan keras di tengah krisis pengawasan digital pada anak.

Ponsel bukan masalah utama—yang menjadi persoalan adalah kontrol yang hilang.

banner 336x280