JAKARTA – ST Burhanuddin kembali melakukan perombakan di tubuh Kejaksaan Agung dengan merotasi 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di berbagai wilayah Indonesia. Mutasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja sekaligus menjaga integritas lembaga penegak hukum tersebut.
Kebijakan ini tertuang dalam keputusan Jaksa Agung yang mengatur perpindahan pejabat tinggi di level Kejati, mencakup wilayah-wilayah strategis yang selama ini menjadi perhatian publik.
“Mutasi ini bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja institusi,” demikian keterangan resmi Kejaksaan.
Daftar 14 Kajati yang Dimutasi
Berikut daftar lengkap pejabat yang mengalami rotasi:
- Kajati Aceh
- Kajati Sumatera Utara
- Kajati Sumatera Barat
- Kajati Riau
- Kajati Jambi
- Kajati Sumatera Selatan
- Kajati Bengkulu
- Kajati Lampung
- Kajati DKI Jakarta
- Kajati Jawa Barat
- Kajati Jawa Tengah
- Kajati Jawa Timur
- Kajati Kalimantan Timur
- Kajati Sulawesi Selatan
(Catatan: rotasi mencakup pergeseran posisi antar wilayah serta promosi jabatan di internal Kejaksaan)
Bukan Sekadar Rotasi, Ini Pesan Kuat Jaksa Agung
Langkah ini tidak sekadar rotasi rutin. Di tengah sorotan publik terhadap berbagai kasus besar, mutasi ini dibaca sebagai sinyal kuat bahwa Kejaksaan Agung ingin memperkuat pengawasan internal dan mempercepat penanganan perkara di daerah.
“Rotasi adalah hal biasa, tapi ini juga bagian dari menjaga ritme organisasi agar tetap efektif dan responsif,” ujar sumber internal.
Sejumlah wilayah yang mengalami pergantian pimpinan diketahui memiliki beban perkara cukup tinggi, sehingga membutuhkan kepemimpinan baru yang dinilai lebih agresif dan berintegritas.
Sorotan Publik dan Tantangan ke Depan
Publik kini menanti dampak nyata dari mutasi ini, terutama dalam hal:
- percepatan penanganan kasus korupsi,
- peningkatan transparansi,
- serta konsistensi penegakan hukum di daerah.
Mutasi ini juga menjadi ujian bagi para pejabat baru untuk membuktikan kapasitas mereka dalam menjaga marwah institusi.
“Yang terpenting bukan sekadar rotasi, tapi hasilnya. Publik ingin melihat perubahan nyata,” kata pengamat hukum.
Arah Baru Korps Adhyaksa
Dengan rotasi besar ini, Kejaksaan Agung menegaskan arah kebijakan ke depan:
penguatan institusi, peningkatan kinerja, dan menjaga kepercayaan publik.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa konsolidasi internal terus berjalan di tengah dinamika penegakan hukum nasional.





