GUNUNG MAS – Upaya seorang pria berinisial S (50) untuk melarikan diri berakhir sia-sia. Diduga sebagai pengedar sabu, ia justru tertangkap setelah panik saat melihat kedatangan aparat kepolisian di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas.
Penangkapan ini menjadi bukti respons cepat aparat dalam menindak peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Kabur Saat Digerebek, Tapi Gagal
Penangkapan dilakukan oleh tim Satresnarkoba Polres Gunung Mas setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan.
Saat petugas tiba di lokasi, pelaku sempat mencoba melarikan diri.
“Namun berkat kesigapan anggota di lapangan, S berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti,” ujar petugas.
Barang Bukti Sabu Ditemukan di Rumah
Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan:
- 9 paket sabu dengan berat kotor sekitar 4,60 gram
- timbangan digital
- alat hisap (sendok dari sedotan)
- handphone yang diduga digunakan untuk transaksi
Sebagian barang bukti ditemukan di dalam kamar, sementara lainnya disembunyikan di luar rumah, tepatnya di bawah jendela.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku bukan sekadar pengguna, melainkan bagian dari jaringan peredaran.
Berawal dari Laporan Warga
Kasus ini terbongkar berkat peran aktif masyarakat yang melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan pada Jumat (10/3) sekitar pukul 13.30 WIB.
Langkah cepat ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara warga dan aparat dalam memberantas narkoba.
Pengembangan Kasus Masih Berlanjut
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Gunung Mas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu tersebut.
“Pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasus,” demikian disampaikan pihak kepolisian.
Ancaman Narkoba Masih Nyata di Daerah
Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius, bahkan hingga ke wilayah kabupaten.
Penangkapan ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus momentum untuk memperkuat pengawasan dan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.





