Erosi Pluvial Kian Parah di Jalan Karau, Sejumlah Rumah Menggantung dan Terancam Ambruk

oleh

BARITO SELATAN – Erosi pluvial yang terjadi di kawasan Jalan Karau, tepian Sungai Barito, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Dalam beberapa bulan terakhir, tanah di sekitar permukiman warga terus terkikis hingga menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan berat. Bahkan, beberapa bangunan kini berada dalam kondisi menggantung dan terancam ambruk, sementara sebagian warga terpaksa membongkar rumah mereka secara mandiri untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tanah yang berada di bawah bangunan warga terus mengalami penurunan akibat gerusan air dan berkurangnya daya dukung tanah. Kondisi tersebut membuat tiang-tiang penyangga rumah terlihat menggantung karena sebagian lahan di bawahnya sudah hilang terbawa erosi.

banner 336x280

Salah seorang warga Jalan Karau mengaku khawatir dengan kondisi yang semakin memburuk setiap kali curah hujan meningkat maupun debit Sungai Barito mengalami perubahan.

“Tanah di bawah rumah terus terkikis. Kami khawatir rumah sewaktu-waktu bisa ambruk jika tidak ada penanganan,” ujar seorang warga yang terdampak erosi.

Warga lainnya bahkan telah mengambil langkah membongkar sebagian bangunan rumahnya secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan material bangunan yang masih dapat digunakan sebelum rumah mengalami kerusakan total akibat longsoran tanah.

“Daripada roboh dan tidak bisa diselamatkan, kami memilih membongkar rumah sendiri sedikit demi sedikit,” kata warga lainnya.

Erosi pluvial adalah proses pengikisan tanah yang disebabkan oleh air hujan yang jatuh langsung ke permukaan tanah dan aliran air permukaan yang terbentuk setelah hujan. Berbeda dengan abrasi yang disebabkan oleh gelombang air sungai atau laut, erosi pluvial terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga tanah kehilangan kekuatan dan perlahan terkikis.

Dalam jangka panjang, erosi pluvial dapat menyebabkan longsor, kerusakan infrastruktur, hingga hilangnya lahan permukiman. Risiko akan semakin besar apabila kawasan terdampak berada di daerah bantaran sungai yang memiliki kondisi tanah relatif labil.

Warga Jalan Karau berharap adanya langkah penanganan dari pihak terkait untuk mencegah meluasnya dampak erosi. Selain mengancam bangunan tempat tinggal, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Sungai Barito.

Sejumlah warga kini hanya dapat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka sembari berharap solusi jangka pendek maupun jangka panjang segera dilakukan. Tanpa penanganan yang memadai, erosi yang terus berlangsung dikhawatirkan akan menyebabkan lebih banyak rumah kehilangan fondasi dan akhirnya ambruk ke area yang telah terkikis.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.