Banjarmasin Segera Dilintasi Kereta Api

oleh
Pembangunan kereta api Banjarmasin–Palangka Raya semakin dekat terwujud. DED dimatangkan, empat stasiun disiapkan untuk mendukung konektivitas Kalimantan.

BANJARMASIN – Rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini mulai memantapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai langkah penting sebelum proyek strategis tersebut memasuki tahap berikutnya.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa impian masyarakat Kalimantan untuk memiliki moda transportasi kereta api semakin mendekati kenyataan. Kehadiran jalur kereta api ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan bagian selatan dan tengah.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kalimantan Selatan, Sofian AH, mengatakan proses pemantapan DED jalur kereta api Banjarmasin–Palangka Raya telah mulai dibahas secara intensif bersama sejumlah pihak terkait.

Kami saat ini mulai memantapkan DED, minggu lalu sudah kami rapatkan,” ujar Sofian.

Menurut dia, rapat yang melibatkan Dinas Perhubungan Palangka Raya dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian tersebut membahas berbagai aspek teknis pembangunan jalur rel, termasuk penentuan lokasi stasiun yang akan menjadi simpul transportasi utama.

Sofian menjelaskan, salah satu pembahasan yang memerlukan waktu cukup panjang adalah menentukan posisi stasiun agar terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Yang terpenting saat itu posisi stasiun harus berdekatan dengan terminal,” katanya.

Berdasarkan hasil pembahasan sementara, jalur kereta api yang melintasi kawasan Banjarmasin akan dilengkapi empat stasiun. Tiga stasiun direncanakan berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), sedangkan satu stasiun utama akan dibangun di Kota Banjarmasin.

Stasiun utama tersebut direncanakan berada di kawasan Terminal Kilometer 6 yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas transportasi darat di ibu kota Kalimantan Selatan.

Di Banjarmasin, stasiun akan diletakkan di Terminal KM 6. Stasiun di sana akan menjadi titik nol,” ungkap Sofian.

Penempatan stasiun di area terminal dinilai strategis karena akan memudahkan perpindahan penumpang dari bus ke kereta api maupun sebaliknya. Konsep integrasi transportasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.

Pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan bukan hanya menghadirkan pilihan transportasi baru bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka akses ekonomi yang lebih luas. Jalur ini diyakini mampu mempercepat distribusi barang dan jasa antarwilayah serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di Pulau Kalimantan.

Selain itu, konektivitas antara Banjarmasin dan Palangka Raya diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, hingga investasi di daerah yang dilintasi jalur kereta api.

Sejumlah pihak berharap proses perencanaan dapat berjalan lancar sehingga proyek kereta api Kalimantan segera memasuki tahap pembangunan fisik. Dengan semakin matangnya DED dan koordinasi lintas daerah, masyarakat kini memiliki harapan baru untuk segera menikmati layanan transportasi rel pertama yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *