Palangka Raya – Kontingen Pesparawi Nasional XIV Kalimantan Tengah berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan membawa pulang 11 medali emas dan 1 medali perak pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Capaian tersebut menjadi lompatan besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya sekaligus menegaskan kualitas pembinaan seni paduan suara gerejawi di Bumi Tambun Bungai.
Keberhasilan kontingen Kalimantan Tengah disambut penuh sukacita oleh pemerintah daerah, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), pelatih, hingga masyarakat. Dari 12 kategori yang diikuti, hampir seluruh peserta mampu tampil kompetitif dan memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.
Prestasi tersebut melampaui target yang sebelumnya dicanangkan. Pada Pesparawi Nasional XIII di Yogyakarta, Kalimantan Tengah meraih tujuh medali emas dan lima medali perak. Kini, jumlah medali emas meningkat menjadi sebelas, menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas pembinaan vokal dan paduan suara di daerah.
Sebelum keberangkatan menuju Manokwari, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran telah menyampaikan optimisme terhadap kemampuan para peserta. Ia menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah memperkuat iman sekaligus mempererat persaudaraan.
“PESPARAWI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan iman, pengembangan talenta, dan penguatan persaudaraan umat Kristiani,” ujar Agustiar Sabran saat melepas kontingen Kalteng menuju Manokwari.
Gubernur juga berpesan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat kebersamaan selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Tanamkan semangat Isen Mulang, yaitu pantang menyerah untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik. Prestasi merupakan harapan bersama, tetapi yang terpenting adalah memperkuat persaudaraan serta menyebarkan pesan damai bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum LPPD Kalimantan Tengah Guntur Talajan sebelumnya juga optimistis kontingen yang diperkuat peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami optimistis dapat meraih hasil terbaik. Dukungan pemerintah daerah serta doa seluruh masyarakat Kalimantan Tengah menjadi motivasi besar bagi kontingen untuk tampil maksimal dan kembali dengan membawa prestasi,” ujar Guntur Talajan.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga membuktikan konsistensi pembinaan seni musik gerejawi di Kalimantan Tengah. Dukungan pemerintah provinsi, LPPD, gereja-gereja, pelatih, dan keluarga peserta dinilai menjadi faktor penting dalam pencapaian prestasi nasional tersebut.
Selain membawa nama baik daerah, hasil ini memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai salah satu kekuatan baru dalam ajang Pesparawi Nasional. Prestasi tersebut diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat di bidang seni paduan suara sekaligus mempererat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








