Palangka Raya – Temuan mayat membusuk tanpa kepala di kawasan hutan Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, menggemparkan warga pada Selasa (30/6/2026). Hingga kini, aparat kepolisian masih bekerja mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.
Jasad yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB di dalam kawasan hutan belakang sebuah warung di Jalan Mahir Mahar, jalur penghubung Palangka Raya–Banjarmasin. Kondisi korban sudah mengalami pembusukan berat dan ditemukan tanpa bagian kepala. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga yang kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib.
Menerima laporan masyarakat, tim gabungan dari Polsek Sabangau, Polresta Palangka Raya, Tim Resmob, Tim Inafis, hingga Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas memeriksa area sekitar lokasi penemuan guna mencari petunjuk yang dapat mengungkap identitas korban maupun penyebab kematian. Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah kemudian dievakuasi menuju Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya oleh Tim Relawan Kemanusiaan White Angel Team untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut.
“Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, hilangnya bagian kepala korban diduga kuat akibat terkaman satwa liar seperti biawak,” demikian informasi awal yang dihimpun dari lokasi kejadian. Namun dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
Penyelidikan kini difokuskan pada proses autopsi dan identifikasi forensik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengetahui apakah terdapat unsur tindak pidana di balik kematian yang menggemparkan warga tersebut.
“Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum mengeluarkan pernyataan resmi karena penyelidikan di lapangan masih berjalan,” demikian keterangan yang disampaikan dalam informasi awal penanganan kasus tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. Laporan dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses identifikasi korban yang sampai saat ini masih berstatus tanpa identitas.
Lokasi penemuan yang berada di kawasan hutan dengan vegetasi lebat membuat proses evakuasi dan pemeriksaan berlangsung cukup sulit. Aparat kepolisian pun memasang garis polisi di sekitar TKP untuk mengamankan lokasi sekaligus mencegah warga memasuki area yang masih menjadi objek penyelidikan.
Kasus penemuan mayat membusuk tanpa kepala di Kereng Bangkirai kini menjadi perhatian aparat penegak hukum di Kalimantan Tengah. Polisi memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan hasil pemeriksaan ilmiah dari tim forensik.
Hingga berita ini ditulis, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui. Kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan, sementara proses autopsi diharapkan dapat membuka tabir misteri penemuan mayat membusuk di hutan Kereng Bangkirai tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








