Dua Polisi Gugur di Katingan, Bripda Nopandri Masih Dicari

oleh
Dua polisi gugur dalam penggerebekan narkoba di Katingan. Aiptu Sumariyanto ditemukan meninggal, sementara Bripda Nopandri masih dalam pencarian.

Palangka Raya – Operasi penggerebekan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berubah menjadi tragedi setelah dua anggota Polri dipastikan gugur saat menjalankan tugas. Sementara itu, seorang personel lainnya, Bripda Nopandri, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terus menyisir lokasi kejadian sekaligus memburu para pelaku penyerangan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika aparat kepolisian melakukan operasi di sebuah lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Saat menjalankan tugas, petugas mendapat perlawanan yang berujung pada penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Korban pertama dilaporkan meninggal dunia akibat luka bacok yang dideritanya saat operasi berlangsung. Situasi kemudian semakin memprihatinkan setelah Aiptu Sumariyanto, yang sebelumnya dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, jumlah korban jiwa dari pihak kepolisian dalam operasi tersebut bertambah menjadi dua orang. Sementara itu, Bripda Nopandri hingga Kamis masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan secara intensif.

Polda Kalimantan Tengah mengerahkan tim gabungan untuk memperluas penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Selain fokus mencari Bripda Nopandri, aparat juga melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Bripda Nopandri serta memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kami,” demikian keterangan yang disampaikan pihak Polda Kalimantan Tengah.

Polisi juga memastikan proses penyelidikan terus berjalan guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk mengetahui jumlah pelaku dan peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh serta mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat,” ujar pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat saat memberantas peredaran narkoba. Operasi yang semula bertujuan menindak jaringan narkotika justru berubah menjadi aksi kekerasan yang merenggut nyawa dua personel Polri.

Sejumlah personel gabungan masih disiagakan di kawasan operasi guna mengamankan lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku yang masih berada di sekitar tempat kejadian. Aparat juga mengumpulkan berbagai barang bukti dan keterangan saksi untuk memperkuat proses penyidikan.

Polda Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pengejaran terhadap pelaku akan dilakukan hingga tuntas. Langkah tersebut diharapkan dapat mengungkap jaringan yang diduga beroperasi di wilayah tersebut sekaligus memberikan kepastian hukum atas penyerangan yang menewaskan dua anggota kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, proses penggerebekan narkoba di Katingan masih berlanjut melalui penyisiran lokasi dan pengejaran terhadap para pelaku. Nasib Bripda Nopandri masih menjadi fokus utama tim gabungan, sementara penyidik terus mendalami seluruh fakta untuk mengungkap secara lengkap tragedi yang menyebabkan dua polisi gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Katingan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.