Kepala Korban Misterius Ditemukan, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

oleh
Polisi masih menyelidiki penemuan jenazah Mr X di Palangka Raya. Kepala korban ditemukan terpisah, sementara penyebab kematian menunggu hasil visum.

Palangka Raya – Misteri penemuan jenazah pria tanpa identitas  di kawasan semak belukar belakang warung di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, masih belum menemui titik terang. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian korban setelah menemukan kepala korban yang terpisah dari tubuhnya di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan kepala korban tersebut semakin menambah teka-teki dalam kasus ini. Meski demikian, aparat kepolisian belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pembunuhan atau faktor lainnya. Proses penyelidikan masih menunggu hasil visum dari tim medis sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Petugas kepolisian menemukan kepala korban sekitar 10 meter dari lokasi tubuh korban yang telah membusuk. Kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut menjadi kendala utama dalam proses identifikasi maupun penyelidikan.

Kapolsek Sabangau, Iptu Agung Setyanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan berbagai informasi, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan jenazah.

Sampai hari ini kita masih sama-sama menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Agung, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kondisi jasad yang telah membusuk menyebabkan proses identifikasi berlangsung cukup sulit. Beberapa bagian tubuh korban bahkan telah berubah menjadi tulang belulang. Polisi juga tidak menemukan identitas apa pun, seperti dompet, kartu tanda penduduk, maupun surat izin mengemudi di lokasi kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus putih bermerek Puma, jaket hoodie hitam bertuliskan Anthom, celana jeans biru navy, celana dalam bermerek CDR, serta ikat pinggang dengan gesper berwarna perak bermerek ZOXX.

Di tubuh korban tidak ditemukan identitas seperti dompet, SIM maupun KTP. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu minggu. Untuk kepala korban sudah ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya jenazah,” jelas Agung.

Meski kepala korban ditemukan terpisah dari tubuhnya, polisi belum berani menyimpulkan adanya unsur kekerasan ataupun pembunuhan. Dugaan sementara, kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat aktivitas satwa liar setelah korban meninggal dunia.

Untuk saat ini kami belum berani menyampaikan penyebab kematian korban. Kita masih menunggu hasil visum dari dokter,” katanya.

Ia menambahkan, dugaan tersebut diperkuat oleh temuan rambut korban yang masih menempel di bagian pundak atau tubuh jenazah saat proses olah tempat kejadian perkara dilakukan.

Polisi berharap identitas korban segera diketahui agar penyelidikan dapat berkembang lebih jauh. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera melapor ke Polsek Sabangau maupun Polresta Palangka Raya.

Hingga kini, kasus penemuan jenazah tanpa kepala di Palangka Raya masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Sambil menunggu hasil visum dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, penyidik terus mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya. Polisi juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap misteri di balik penemuan jenazah tersebut.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.