HR-V Terbakar di Jalan Rajawali, Palangka Raya

oleh
Mobil Honda HR-V terbakar di Jalan Rajawali VII Palangka Raya diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban, kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

Palangka Raya – Sebuah mobil Honda HR-V terbakar di Jalan Rajawali VII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (4/7/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik pada bagian kendaraan itu sempat mengundang perhatian warga sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Mobil Honda HR-V bernomor polisi KH 1916 FR milik seorang warga bernama Fadi tiba-tiba mengeluarkan api dari bagian depan kendaraan. Kobaran api dengan cepat membesar sehingga warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.

Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Proses pemadaman berlangsung cepat berkat dukungan sejumlah unsur gabungan sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak sempat merambat ke bangunan maupun kendaraan lain di sekitar lokasi.

Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Urianinu, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan gangguan sistem kelistrikan kendaraan.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting kabel variasi lampu pada bagian aki kendaraan. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp10 juta,” ujar Urianinu.

Ia menjelaskan, bagian yang mengalami kerusakan paling parah berada di sisi depan kendaraan. Beruntung pengemudi dan warga sekitar dapat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Penanganan di lokasi dinyatakan selesai sekitar pukul 21.20 WIB setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi kebakaran susulan.

Operasi pemadaman melibatkan personel Piket Regu II Bidang Pemadaman dan Regu II Rescue Bidang Penyelamatan dengan dukungan satu unit armada Hino Ayaxx berkapasitas 6.000 liter. Selain itu, proses evakuasi juga dibantu unsur Redkar, BNPB, serta Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah sehingga penanganan dapat berlangsung secara cepat dan aman.

Urianinu mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi kelistrikan kendaraan, terutama bagi kendaraan yang telah dipasangi aksesori atau modifikasi tambahan. Menurutnya, pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa sistem kelistrikan kendaraan dan memastikan pemasangan aksesori dilakukan sesuai standar guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa modifikasi kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Oleh karena itu, pemilik kendaraan diimbau melakukan pemeriksaan berkala di bengkel terpercaya, terutama pada komponen kelistrikan, aki, dan kabel tambahan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.