Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan, Terseret Arus Sungai Katingan Sejauh 8 Kilometer

oleh
Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di Sungai Katingan setelah terseret arus sekitar 8 kilometer saat operasi pemberantasan narkoba.

Katingan – Pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban pada hari keempat pencarian, Minggu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di aliran Sungai Katingan, sekitar delapan kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian intensif yang dilakukan sejak insiden berdarah saat penggerebekan jaringan narkoba beberapa hari sebelumnya. Duka kembali menyelimuti keluarga besar Polri setelah seluruh personel yang sempat dinyatakan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan pada hari keempat operasi pencarian.

Korban ditemukan pada hari keempat operasi pencarian sekira pukul 09.00 WIB,” ujar Ketut Alit Supartana.

Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan tersangkut pada dahan pohon di tepi Sungai Katingan, sehingga memudahkan tim gabungan melakukan proses evakuasi. Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet dan jalur darat, menyusuri area yang diduga menjadi lintasan korban terseret arus.

Jenazah Aiptu Sumariyanto telah ditemukan oleh tim gabungan di aliran Sungai Katingan dan selanjutnya dievakuasi untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut,” kata pihak kepolisian.

Peristiwa ini bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap jaringan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Operasi tersebut mendapat perlawanan dari sekelompok warga yang diduga terkait dengan pelaku.

Dalam situasi yang mencekam, para personel berusaha menyelamatkan diri, termasuk dengan menyeberangi Sungai Katingan yang memiliki arus cukup deras. Nahas, beberapa anggota terseret arus sungai.

Akibat kejadian tersebut, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi setelah mengalami luka berat. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono sebelumnya menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Katingan sampai seluruh anggota yang hilang dapat ditemukan,” ujar AKBP Dodik Hartono.

Lokasi penemuan Aiptu Sumariyanto berada sekitar delapan kilometer dari titik awal korban diduga terseret arus. Kondisi arus sungai yang deras serta banyaknya batang kayu dan semak di sepanjang aliran sungai menjadi tantangan utama selama proses pencarian.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, seluruh personel yang menjadi korban dalam tragedi penggerebekan bandar narkoba di Katingan telah berhasil ditemukan. Aparat kepolisian kini memfokuskan langkah pada penyelidikan lanjutan untuk memburu para pelaku penyerangan terhadap anggota Polri yang bertugas dalam operasi tersebut.

Penemuan jenazah Aiptu Sumariyanto menandai berakhirnya operasi pencarian yang menyita perhatian masyarakat Kalimantan Tengah. Tragedi di Sungai Katingan ini kembali mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba. Di sisi lain, proses hukum terhadap para pelaku penyerangan masih terus berjalan guna mengungkap tuntas kasus yang merenggut nyawa anggota Polri tersebut.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.