Palangka Raya – Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengantar langsung kepulangan terakhir Aiptu Sumariyanto menuju rumah duka di Kabupaten Katingan, Minggu (5/7/2026). Kehadiran orang nomor satu di Polda Kalimantan Tengah itu menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung di RS Bhayangkara Palangka Raya setelah proses autopsi selesai dilakukan. Dari rumah sakit, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Katingan untuk disalatkan dan dimakamkan pada malam harinya.
Pantauan di RS Bhayangkara menunjukkan Kapolda Kalimantan Tengah tiba sekitar pukul 18.23 WIB. Tak lama berselang, jenazah Aiptu Sumariyanto keluar dari ruang forensik dan langsung dimasukkan ke ambulans. Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah, Maya Iwan Kurniawan, beserta sejumlah pejabat utama Polda Kalteng yang ikut mengantar hingga keberangkatan rombongan menuju Kabupaten Katingan.
Suasana duka menyelimuti proses pelepasan. Keluarga, rekan kerja, serta personel kepolisian memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang gugur dalam operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di Kecamatan Katingan Tengah.
Anak kandung almarhum, Khanza (16), mengatakan jenazah ayahnya akan langsung dibawa ke Katingan untuk disalatkan sebelum dimakamkan.
“Setelah autopsi, ayah langsung dibawa ke Katingan, disalatkan di Masjid Al-Ghufron, lalu malam ini langsung dimakamkan,” ujar Khanza.
Di tengah rasa kehilangan, Khanza mengenang sang ayah sebagai sosok yang selalu memberikan semangat kepada keluarga.
“Ayah sosok yang baik, bisa memberi motivasi dan menjadi teladan,” tuturnya.
Aiptu Sumariyanto sebelumnya dilaporkan hilang saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba berinisial BIO di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Operasi tersebut berubah menjadi insiden berdarah setelah keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Dalam kejadian itu, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur akibat luka bacok di bagian kepala, sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto terpisah dari tim hingga dinyatakan hilang.
Bripda Nopandri kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Sehari kemudian, tim gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan jasad Aiptu Sumariyanto di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di wilayah Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian yang berlangsung selama empat hari.
Hingga kini, aparat kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perlawanan terhadap petugas. Sementara itu, terduga bandar narkoba berinisial BIO masih menjadi buronan dan terus diburu aparat kepolisian.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








