DPR: Presiden Bebas Pilih Pengganti Nanik S. Deyang, Tapi Jangan Sampai Picu Konflik

oleh
DPR menegaskan pengganti Nanik S. Deyang merupakan hak prerogatif Presiden, namun meminta keputusan tersebut tidak memicu konflik di Badan Gizi Nasional.

Jakarta – DPR RI menegaskan bahwa Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pengganti Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, DPR mengingatkan agar keputusan tersebut tidak menimbulkan konflik dan tetap menjaga stabilitas kerja lembaga.

Pernyataan ini muncul di tengah beredarnya sejumlah nama calon pengganti, termasuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang belakangan ramai disebut-sebut akan mengisi posisi tersebut.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyampaikan bahwa penunjukan Kepala BGN sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Oleh karena itu, DPR tidak akan mencampuri proses penentuan tersebut.

Itu sepenuhnya hak Presiden,” ujar Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Meski demikian, ia mengingatkan agar Presiden mempertimbangkan dampak dari keputusan tersebut, terutama dalam menjaga keharmonisan di internal lembaga. Menurutnya, pergantian pimpinan seharusnya membawa suasana yang lebih kondusif.

Silakan Presiden memilih siapa saja, yang penting jangan sampai menimbulkan konflik,” tambahnya.

Di tengah dinamika tersebut, nama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mencuat sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Nanik S. Deyang. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah, kabar ini terus menjadi perbincangan publik.

Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan. Ia harus menjalani perawatan penyakit jantung di luar negeri. Pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan diterima.

Melalui media sosial, Nanik juga sempat memberikan petunjuk mengenai sosok yang kemungkinan akan menggantikannya. Ia menyebut penggantinya sebagai orang yang sudah dikenalnya dengan baik.

Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ yang masih bisa saya jewer kalau nanti ada hal-hal yang menyimpang,” tulisnya.

Selain itu, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional. Ia disebut akan diminta memimpin dewan tersebut setelah kondisi kesehatannya membaik.

Pergantian pimpinan BGN menjadi perhatian karena lembaga ini memiliki peran penting dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, proses transisi diharapkan berjalan lancar agar program tetap berjalan optimal.

DPR juga berharap sosok yang nantinya ditunjuk mampu melanjutkan program yang telah berjalan, memperkuat tata kelola lembaga, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.