Palangka Raya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelajar di Kota Palangka Raya. Hingga awal Agustus 2026, siswa SDN 1 Pahandut Seberang belum menerima manfaat program tersebut, meski sekolah telah beberapa kali didatangi petugas untuk proses pendataan.
Kondisi itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Palangka Raya melakukan kunjungan kerja ke SDN 1 Pahandut Seberang guna meninjau langsung kondisi sekolah sekaligus menyerap aspirasi dari pihak sekolah terkait pelaksanaan program pendidikan dan layanan bagi siswa.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan pihak sekolah mengaku telah tiga kali menerima kunjungan petugas Program Makan Bergizi Gratis. Namun, hingga kini belum ada realisasi penyaluran makanan bergizi kepada para siswa.
“SDN 1 Pahandut Seberang ini sudah tiga kali didatangi petugas MBG. Katanya didata, tetapi sampai sekarang belum juga mendapatkan program MBG,” ujar Rana, Kamis (6/8/2026).
Menurut Rana, kondisi tersebut menjadi perhatian karena program MBG diharapkan mampu menjangkau seluruh peserta didik tanpa membedakan lokasi sekolah, termasuk kawasan pinggiran yang memiliki akses lebih terbatas dibanding wilayah pusat kota.
Meski belum menerima bantuan, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal. Para siswa masih membawa bekal dari rumah sebagai sumber makanan selama mengikuti pelajaran di sekolah.
Rana mengungkapkan, pihak sekolah menyampaikan bahwa orang tua murid tetap memahami situasi yang terjadi. Mereka tidak memberikan tuntutan khusus kepada pemerintah, meski berharap program tersebut dapat segera direalisasikan.
“Kepala sekolah menyampaikan orang tua murid tidak menuntut harus mendapatkan MBG. Kalau dapat tentu alhamdulillah, tetapi kalau belum, mereka tetap membawakan bekal untuk anak-anaknya,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan siswa, SDN 1 Pahandut Seberang menyediakan keranjang khusus di setiap ruang kelas. Fasilitas sederhana itu digunakan sebagai tempat penyimpanan bekal yang dibawa anak-anak dari rumah agar tetap rapi, bersih, dan higienis.
Langkah tersebut dinilai menunjukkan kepedulian pihak sekolah dalam menjaga kebiasaan makan sehat para siswa sambil menunggu program MBG benar-benar berjalan.
Di sisi lain, keterlambatan pelaksanaan MBG di sekolah tersebut menjadi sorotan karena Pemerintah Kota Palangka Raya sebelumnya telah menyatakan komitmen memperluas jangkauan program hingga kawasan pinggiran dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, sebelumnya menegaskan pemerintah terus memantau pembangunan dapur MBG di berbagai wilayah agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau seluruh sekolah.
“Wilayah 3T menjadi perhatian karena anak-anak sekolah di daerah terpencil juga harus segera mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Achmad Zaini.
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya berharap pembangunan serta operasional dapur MBG di kawasan pinggiran dapat dipercepat sehingga tidak terjadi kesenjangan pelayanan antara sekolah yang berada di pusat kota dengan sekolah di wilayah seberang maupun daerah yang aksesnya lebih sulit.
Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis dinilai penting agar seluruh anak sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan asupan gizi yang memadai. Selain mendukung kesehatan, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan prestasi akademik siswa.
Dengan percepatan implementasi MBG di seluruh wilayah Kota Palangka Raya, termasuk SDN 1 Pahandut Seberang, pemerintah diharapkan dapat mewujudkan pemerataan layanan gizi bagi seluruh peserta didik. Langkah itu sekaligus menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis benar-benar hadir untuk seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









