Jakarta– Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI tidak antikritik dan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terhadap institusi militer. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di tengah perhatian publik terhadap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang melibatkan oknum prajurit TNI.
Dalam dialog bersama media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Muhammad Nas menekankan pentingnya kritik dan saran dalam mendorong profesionalisme TNI. Menurutnya, masyarakat dapat membantu memperbaiki institusi melalui kritik yang disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab.
“Ancaman terhadap kebebasan berekspresi saya rasa tidak ada,” ujar Muhammad Nas saat menjawab pertanyaan mengenai kekhawatiran publik terhadap ruang kebebasan berpendapat di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak pernah menutup diri terhadap masukan dari masyarakat. Sebaliknya, TNI membutuhkan kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas organisasi dan kinerja prajurit.
“Saran dan kritik bagi saya sangat perlu, sangat membangun, tetapi etika juga sangat dibutuhkan,” katanya.
Muhammad Nas juga menjelaskan bahwa proses hukum dalam kasus yang menimpa Andrie Yunus terus berjalan. Saat ini, perkara tersebut telah memasuki tahap persidangan di lingkungan peradilan militer. TNI, kata dia, telah memproses seluruh oknum yang terlibat sesuai aturan yang berlaku.

Ia menambahkan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terus mendorong penegakan disiplin dan profesionalisme di tubuh TNI. Panglima juga menerapkan sistem penghargaan dan sanksi secara tegas kepada seluruh personel tanpa membedakan pangkat maupun jabatan.
Terkait tuntutan publik terhadap kasus penyiraman air keras tersebut, Muhammad Nas memastikan TNI menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung dan siap mendukung langkah-langkah yang diperlukan.
“Kami TNI menghormati proses hukum yang berlaku. Kalau memang ada tindak lanjut, kami siap membantu untuk berkoordinasi,” ujarnya.
Melalui pernyataan tersebut, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk menerima kritik dari masyarakat. Institusi itu menilai masukan publik sebagai bagian penting dalam memperkuat profesionalisme dan menjaga kepercayaan masyarakat, selama kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan sesuai etika.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











