Dokter Tifa Dirawat Inap, GERD Kambuh

oleh
Dokter Tifa dirawat inap di RS Polri Kramat Jati setelah GERD kambuh akibat stres tinggi dan kelelahan. Kondisinya masih dipantau tim dokter.- Ilustrasi-

Jakarta – Dokter Tifa atau Tifauzia Tyassuma menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah kondisi kesehatannya menurun akibat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang kambuh. Kondisi tersebut disebut dipicu oleh tingkat stres yang tinggi serta kelelahan setelah menjalani berbagai aktivitas padat.

Kuasa hukum Dokter Tifa, Refly Harun, menjelaskan bahwa kliennya memang memiliki riwayat penyakit GERD. Menurutnya, penyakit tersebut kembali muncul setelah Dokter Tifa tidak sempat makan sejak pagi dan menghadapi tekanan yang cukup berat dalam beberapa waktu terakhir.

Alhamdulillah ujian tetap terlaksana melalui Zoom, tetapi dalam kondisi penuh tekanan dan tidak nyaman,” kata Refly Harun saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat malam.

Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, Dokter Tifa diketahui masih menyelesaikan agenda akademiknya, termasuk seminar hasil disertasi yang telah dijadwalkan sebelumnya. Aktivitas tersebut dinilai cukup menguras energi fisik maupun mental.

Kondisinya kemudian memburuk hingga harus mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Polri. Setelah menjalani pemeriksaan, tim dokter memutuskan untuk merawatnya secara inap guna memantau perkembangan kesehatannya lebih lanjut.

Akibat kondisi yang melemah, Dokter Tifa bahkan sempat menggunakan kursi roda usai menjalani pemeriksaan kesehatan. Sejumlah dokumentasi yang beredar menunjukkan dirinya keluar dari ruang pemeriksaan dalam kondisi lemas.

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh melemahnya katup yang berada di antara lambung dan kerongkongan sehingga asam lambung lebih mudah mengalir ke atas.

Gejala GERD yang paling sering dirasakan adalah sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, kembung, nyeri ulu hati, hingga kesulitan menelan. Pada beberapa kasus, stres, kelelahan, pola makan yang tidak teratur, serta konsumsi makanan tertentu dapat memicu atau memperburuk gejala GERD.

Meski tergolong penyakit yang umum terjadi, GERD yang kambuh berulang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan penanganan medis agar tidak menimbulkan komplikasi pada saluran pencernaan.

Selain Dokter Tifa, Roy Suryo yang juga terkait dalam perkara yang sama turut menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Polri Kramat Jati. Keduanya tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.55 WIB dengan pengawalan petugas kepolisian.

Refly Harun enggan mengungkap secara rinci kondisi kesehatan Roy Suryo. Namun, ia memastikan penyakit yang dialami kliennya tersebut bukan penyakit spesifik dan cukup umum ditemukan di masyarakat.

Tidak mungkin kita bicara sakit orang. Penyakit Mas Roy tidak spesifik dan cukup umum. Sekitar 30 persen masyarakat Indonesia mengidap penyakit tersebut,” ujarnya.

Hingga Jumat malam, Dokter Tifa masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di RS Polri Kramat Jati.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.