Jakarta– Perlambatan ekonomi mulai dirasakan sejumlah sektor usaha di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat strategi bisnis agar mampu menghadapi tekanan ekonomi yang masih berlangsung. Pesan itu disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang mengibaratkan situasi saat ini seperti kendaraan yang sedang mengurangi kecepatan sehingga membutuhkan “sabuk pengaman” untuk menjaga keselamatan.
Menurut Anindya, berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum bergerak secepat yang diharapkan. Karena itu, dunia usaha perlu mengutamakan efisiensi, menjaga arus kas, serta memperkuat daya tahan perusahaan agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global.
“Kita harus memasang sabuk pengaman karena ekonomi sedang mengerem. Jadi kita mesti berhati-hati dan menjaga bisnis tetap sehat,” ujar Anindya dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta.
Ia menjelaskan, perlambatan ekonomi tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik, tetapi juga berbagai faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga ketidakpastian investasi. Situasi tersebut berdampak pada aktivitas bisnis dan konsumsi masyarakat.
Meski demikian, Anindya menilai kondisi saat ini bukan alasan untuk pesimistis. Menurutnya, Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, terutama dari konsumsi domestik yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Yang penting jangan panik. Kita tetap harus optimistis, tetapi juga realistis melihat kondisi yang ada. Tantangan ini harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi,” katanya.
Anindya juga mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ia menilai investasi, perdagangan, dan konsumsi masyarakat harus terus didorong agar roda perekonomian tetap bergerak.
Di sisi lain, para pelaku usaha diminta memanfaatkan masa perlambatan ekonomi untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi. Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar sekaligus menangkap peluang baru yang masih tersedia.
Sejumlah ekonom menilai upaya menjaga daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menghadapi perlambatan ekonomi. Dengan konsumsi yang tetap terjaga, aktivitas usaha dapat terus berjalan dan membantu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah tantangan yang ada, dunia usaha diharapkan tetap waspada namun tidak kehilangan optimisme. Penguatan fundamental bisnis, efisiensi operasional, dan peningkatan produktivitas diyakini menjadi kunci menghadapi fase perlambatan ekonomi Indonesia saat ini.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











