R.T.A. Milono: Saksi Zaman yang Membidani Lahirnya Kalimantan Tengah

oleh
Raden Tumenggung Arya (R.T.A.) Milono

PALANGKA RAYA – Di tengah dinamika politik dan geografis Kalimantan pada 1950-an, lahir sebuah provinsi baru yang kini dikenal sebagai Kalimantan Tengah. Di balik proses panjang itu, berdiri satu nama penting: Raden Tumenggung Arya (R.T.A.) Milono, sosok yang dipercaya negara sebagai gubernur pembentuk sekaligus arsitek awal pemerintahan daerah.

Penunjukan Milono bukan tanpa alasan. Ia adalah pamong praja berpengalaman yang diberi mandat langsung oleh pemerintah pusat untuk menyiapkan struktur pemerintahan di wilayah yang saat itu belum memiliki sistem administratif yang mapan.

Naufal Nabila Motor1

Seiring terbitnya Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, Kalimantan Tengah resmi dibentuk. Dalam fase krusial itu, Milono memegang peran sentral sebagai penghubung antara aspirasi daerah dan kebijakan pusat.

Dari Aspirasi Rakyat ke Keputusan Negara

Sebelum resmi menjadi provinsi, gagasan pembentukan Kalimantan Tengah lahir dari desakan masyarakat melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah tahun 1956. Aspirasi tersebut kemudian dibawa langsung ke pemerintah pusat oleh para tokoh daerah bersama Milono.

Seorang tokoh daerah dalam berbagai catatan sejarah menyebut momentum itu sebagai fase penting:

banner 336x280

“Mendesak kepada Pemerintah RI… Kalimantan Tengah dijadikan provinsi.”

Kutipan ini menggambarkan tekanan kuat dari masyarakat lokal yang menginginkan otonomi wilayah sendiri—sebuah tuntutan yang kemudian dijawab melalui kebijakan nasional.

banner 336x280

Menentukan Arah, Menghindari Konflik

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Milono adalah menentukan ibu kota provinsi. Saat itu, beberapa wilayah bersaing dan memicu perbedaan kepentingan.

Sebagai gubernur pembentuk, Milono mengambil langkah strategis dengan membentuk panitia khusus untuk mencari lokasi yang netral. Keputusan ini menjadi titik penting dalam meredam potensi konflik antarwilayah.

Dalam pidatonya pada 1957, Milono menegaskan visi besar terhadap ibu kota baru:

“Nama ini harus sesuai dengan cita-cita pembangunan.”

Dari proses itu, lahirlah nama Palangka Raya, yang berarti “tempat yang suci, mulia, dan besar”—sebuah simbol harapan bagi masa depan provinsi.

Peran yang Tak Banyak Tersorot

R.T.A. Milono menjabat dalam periode singkat, namun dampaknya sangat mendasar. Ia memastikan transisi dari wilayah administratif menjadi provinsi berjalan stabil, sekaligus meletakkan fondasi birokrasi yang kemudian dilanjutkan oleh tokoh-tokoh berikutnya.

Sejarawan lokal kerap menyebutnya sebagai figur kunci di balik layar—bukan tokoh populis, tetapi penentu arah. Perannya bahkan diakui sebagai bagian penting dalam proses awal pembentukan struktur pemerintahan Kalimantan Tengah.

Warisan Sejarah

Hari ini, Kalimantan Tengah berdiri sebagai provinsi strategis dengan ibu kota di Palangka Raya. Namun jejak sejarahnya tidak bisa dilepaskan dari peran R.T.A. Milono—seorang birokrat yang bekerja dalam senyap, tetapi menentukan arah masa depan daerah.

Ia bukan hanya gubernur pertama, melainkan saksi sekaligus pelaku utama dalam kelahiran sebuah provinsi.

banner 336x280