Pemkab Gunung Mas Bangun Ulang Jembatan Sei Jalemu, Warga Tak Lagi Terisolasi

oleh
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mulai membangun kembali Jembatan Sei Jalemu di Desa Tumbang Jalemu Kajuei, Kecamatan Rungan Barat. Proyek ini menjadi langkah mendesak untuk memulihkan akses transportasi warga yang selama ini terganggu akibat kondisi jembatan lama yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung aktivitas masyarakat, distribusi hasil perkebunan, hingga akses layanan dasar antarwilayah di kawasan pedalaman Gunung Mas. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas warga dan memperlambat arus ekonomi desa.

Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong, mengatakan pembangunan ulang dilakukan agar akses masyarakat kembali normal dan aman dilalui kendaraan.

banner 336x280

“Jembatan kayu kelas II tersebut memiliki panjang 31 meter dan lebar empat meter,” ujar Jaya S Monong saat dikonfirmasi dari Kuala Kurun, Minggu (24/5).

Jembatan baru itu dibangun menggantikan struktur lama pada ruas jalan kabupaten yang selama ini menjadi penghubung utama warga di wilayah Rungan Barat. Pemerintah daerah menilai keberadaan infrastruktur tersebut sangat strategis karena menyangkut aktivitas harian masyarakat.

Pembangunan kembali Jembatan Sei Jalemu juga dinilai menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah pedalaman yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Pembangunan ini untuk memulihkan akses transportasi masyarakat,” kata Jaya S Monong.

Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan baru diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik dan hasil pertanian masyarakat menuju pusat ekonomi di Kuala Kurun. Selama akses terganggu, warga disebut harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama dan berisiko saat musim hujan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pembangunan tidak hanya berhenti pada perbaikan sementara. Warga menginginkan peningkatan kualitas infrastruktur yang lebih tahan lama mengingat tingginya intensitas kendaraan angkutan hasil kebun yang melintas setiap hari.

Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pekerjaan Umum juga diminta memastikan proses pengerjaan berjalan tepat waktu agar aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terdampak. Infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Tengah karena berpengaruh langsung terhadap ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.