Kuala Kurun – Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, kini memiliki tiga sekolah yang ditunjuk sebagai model implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Penunjukan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Program sekolah model ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta literasi digital peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas menyampaikan bahwa keberadaan tiga sekolah model tersebut menjadi peluang besar bagi dunia pendidikan di wilayah setempat untuk beradaptasi dengan kebutuhan masa depan.
“Penunjukan ini merupakan kepercayaan yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kompetensi peserta didik di Gunung Mas,” ujarnya.
Melalui program Pembelajaran Mendalam, siswa tidak hanya dituntut menghafal materi pelajaran, tetapi juga diajak menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Sementara itu, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial diharapkan mampu membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan di era digital.
Salah satu sekolah yang telah lebih dahulu ditetapkan sebagai pelaksana program tersebut adalah SMAN 1 Sepang. Sekolah itu menjadi satu dari sekolah di Kalimantan Tengah yang dipercaya mengimplementasikan program Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Kepala SMAN 1 Sepang, Suyono, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi generasi muda saat ini.
“Di era perkembangan teknologi sekarang, literasi digital dan kemampuan numerasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki peserta didik,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui pembelajaran mendalam, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan dukungan pembelajaran koding dan AI, sekolah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator.
Selain fokus pada teknologi, program sekolah model juga menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Hal ini dinilai penting agar inovasi pendidikan dapat berjalan optimal dan menghasilkan lulusan yang berkarakter kuat.
Keberadaan tiga sekolah model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial di Gunung Mas diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi. Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, serta masyarakat, program ini diyakini mampu mempercepat transformasi pendidikan dan menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era digital.











