Korban Pembakaran di Angkringan Masih Kritis, RSUD Hanau Lakukan Perawatan Intensif

oleh
Korban pembakaran di angkringan Kotawaringin Barat masih kritis di ICU RSUD Hanau. Polisi terus memburu pelaku yang diduga mantan suami siri korban.- Illustrasi-

Seruyan – Kondisi penjaga angkringan yang menjadi korban pembakaran di Kabupaten Kotawaringin Barat masih memprihatinkan. Hingga pertengahan pekan ini, korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanau, Kabupaten Seruyan, belum melewati masa kritis akibat luka bakar berat yang dideritanya.

Korban bernama Siti Juhairiyah (29) saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya karena luka bakar yang dialami mencapai sekitar 80 persen tubuh.

Direktur RSUD Hanau, dr. Atet Kurniadi, mengatakan kondisi pasien masih belum stabil dan membutuhkan penanganan intensif. Korban juga masih menggunakan alat bantu pernapasan untuk menunjang proses pemulihan.

Saat ini pasien masih dirawat di ICU, masih disedasi untuk mengurangi nyeri, dan masih menggunakan alat bantu napas. Kondisinya belum stabil dan belum melewati masa kritis,” ujar dr. Atet Kurniadi.

Menurutnya, tim medis telah melakukan sejumlah tindakan penanganan, termasuk perawatan luka bakar di ruang operasi. Saat ini fokus utama tenaga kesehatan adalah mencegah munculnya komplikasi yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasien.

Korban mendapatkan pengawasan dan penanganan intensif guna mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam keselamatan jiwanya,” lanjutnya.

Kasus pembakaran ini menyita perhatian masyarakat Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) malam di sebuah angkringan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Saat kejadian, korban sedang bekerja melayani pelanggan.

Berdasarkan informasi kepolisian, pelaku diduga merupakan mantan suami siri korban. Motif sementara mengarah pada persoalan pribadi yang dipicu rasa cemburu. Setelah melakukan aksinya, pelaku diketahui melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, memastikan upaya pencarian terhadap pelaku terus dilakukan. Pihaknya berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Siap mohon doanya semoga segera ketangkap pelakunya,” kata Agung.

Kasus pembakaran penjaga angkringan ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan. Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat berharap kondisi Siti segera membaik serta pelaku dapat segera dibawa ke hadapan hukum.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.