Anak Kepala Desa hingga Kerabat DPRD Diperiksa, Pengusutan Tragedi Tumbang Kalemei Meluas

oleh
Anak kepala desa hingga kerabat DPRD diperiksa dalam pengusutan Tragedi Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga anggota Polres Katingan.

Palangka Raya – Penanganan kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, terus berkembang. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah kini memperluas pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk anak kepala desa, keluarga target operasi, hingga kerabat seorang anggota DPRD. Langkah ini dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh peran pihak-pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa tersebut.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa penyidik semakin intensif mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memperjelas kronologi kejadian. Pemeriksaan saksi dinilai penting untuk memperkuat bukti serta memastikan setiap detail peristiwa dapat terungkap secara utuh.

Dalam proses penyidikan, dua anak perempuan anggota DPRD berinisial N dan D diketahui telah menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Tengah pada Sabtu (11/7/2026). Selain itu, istri anggota DPRD tersebut yang juga menjabat sebagai kepala desa berinisial AS turut dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya keterkaitan mereka dengan peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Adi Purnomo menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan tim penyidik untuk mengungkap jaringan serta latar belakang peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas peredaran narkoba yang menjadi pemicu operasi.

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap sejumlah temuan yang menguatkan dugaan bahwa ketiga anggota polisi tidak meninggal akibat tenggelam, melainkan diduga mengalami kekerasan sebelum jasadnya ditemukan di Sungai Katingan.

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam menyampaikan bahwa petugas telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan saat melakukan penggerebekan.

Ketika petugas datang sudah sesuai SOP dan menunjukkan surat tugas resmi. Namun pihak keluarga target operasi justru meneriaki petugas dan mengatakan petugas merupakan perampok,” ujar Anam.

Menurut Kompolnas, teriakan tersebut memicu kedatangan warga yang kemudian melakukan pengejaran terhadap anggota kepolisian. Situasi pun berubah menjadi ricuh hingga para petugas berusaha menyelamatkan diri ke arah sungai.

Anam menambahkan, para personel sempat mencoba menjauh dengan berenang. Namun, pengejaran diduga terus berlangsung hingga akhirnya tiga anggota Polri kehilangan nyawa.

Hingga kejadian itu membuat tiga orang personel meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal di darat, kemudian dibuang ke sungai,” tegasnya.

Temuan tersebut diperkuat hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Kompolnas bersama aparat penegak hukum. Komisioner Kompolnas Supardi Hamid menyebut adanya jejak darah yang mengarah ke lokasi ditemukannya jasad korban.

Tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti. Justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian berakhir di sungai,” kata Supardi.

Kompolnas juga menduga ketiga korban mengalami tindakan kekerasan sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Dugaan ini kini menjadi fokus utama dalam penyidikan yang terus didalami oleh Polda Kalimantan Tengah.

Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah pihak lain yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk anak kepala desa, kerabat anggota DPRD, serta individu yang diduga memiliki hubungan dengan target operasi narkoba. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan mereka dalam peristiwa penyerangan maupun upaya menghambat proses penegakan hukum.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.