Fordayak Soroti Harga Telur di Kotim

oleh
Fordayak Kotim mendesak Satgas Pangan dan Polres mengusut dugaan permainan harga telur yang diduga merugikan peternak dan masyarakat.

SAMPIT – Dugaan permainan harga telur di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menjadi perhatian publik. Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kotim mendesak Satgas Pangan dan Polres Kotim segera turun tangan untuk menyelidiki adanya indikasi praktik yang dinilai merugikan peternak maupun masyarakat sebagai konsumen.

Ketua Fordayak Kotim, Audy Valent, menilai kondisi harga telur yang terjadi belakangan ini tidak sepenuhnya mencerminkan mekanisme pasar yang sehat. Menurutnya, terdapat dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memainkan rantai distribusi sehingga memengaruhi harga di tingkat peternak maupun konsumen.

Audy mengatakan, pemerintah dan aparat penegak hukum tidak boleh menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia meminta Satgas Pangan bersama kepolisian melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan tidak ada praktik monopoli atau permainan harga oleh oknum tertentu.

Kami meminta Satgas Pangan dan Polres Kotim segera turun tangan untuk mengusut dugaan permainan harga telur ini. Jangan sampai peternak menjadi korban dan masyarakat juga harus membeli dengan harga yang tidak wajar,” tegas Audy.

Menurutnya, apabila ditemukan pelanggaran, maka tindakan tegas harus diberikan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap stabilitas pangan daerah.

Audy menambahkan, telur merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi hampir setiap hari. Karena itu, fluktuasi harga yang tidak wajar perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Jika memang ada oknum yang sengaja memainkan harga demi keuntungan pribadi, maka harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Stabilitas harga pangan adalah kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.

Sorotan terhadap harga telur ini muncul di tengah keluhan sejumlah peternak yang mengaku harga di tingkat produksi tidak sebanding dengan harga yang beredar di pasar. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya mata rantai distribusi yang mengambil keuntungan berlebihan.

Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan harga telur yang masih relatif tinggi di pasaran. Situasi ini membuat peternak dan konsumen berada pada posisi yang sama-sama dirugikan apabila benar terjadi permainan harga.

Sejumlah pihak berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan pemantauan lapangan, termasuk memeriksa distribusi dan ketersediaan stok telur di wilayah Kotim. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga transparansi pasar serta mencegah terjadinya praktik spekulasi harga.

Persoalan harga telur menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di Kotim. Dalam beberapa kesempatan, pemerintah pusat juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap harga telur ayam ras agar tetap sesuai dengan ketentuan harga acuan dan tidak merugikan peternak.

Fordayak berharap Satgas Pangan, Dinas terkait, dan Polres Kotim segera mengambil langkah konkret untuk mengungkap penyebab gejolak harga telur yang terjadi. Dengan pengawasan yang ketat, stabilitas harga telur di Kotim diharapkan dapat kembali terjaga sehingga peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.