Palangka Raya – Pemadaman listrik yang terjadi berulang selama hampir dua pekan di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, meminta PT PLN (Persero) segera memperkuat langkah mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelayanan publik.
Menurut Gubernur, pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, gangguan berkepanjangan tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghambat pelayanan di fasilitas kesehatan, perkantoran, hingga sektor usaha.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar Sabran usai menghadiri pertemuan bersama insan pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Saat dimintai tanggapan mengenai seringnya pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera ditangani secara serius.
“Mati (lampu) ya pasti (mengganggu), ya kan? Karena faktor listrik kan mirip dengan air, sangat dibutuhkan,” ujar Agustiar Sabran.
Ia mengatakan, listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari berbagai aktivitas. Gangguan pasokan listrik yang terus berulang dinilai dapat memengaruhi kualitas pelayanan publik, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan suplai listrik tanpa henti, seperti rumah sakit.
Meski urusan kelistrikan berada di bawah kewenangan PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kata Agustiar, tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan PLN agar penyebab gangguan dapat segera diatasi dan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.
“Kita pastilah, walaupun ini bukan wewenang kita (langsung), tapi kita koordinasi, memperkuat koordinasi dengan PLN. Mengapa sampai terjadi begini kan disayangkan,” tegasnya.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan PLN sangat penting agar setiap kendala dapat direspons lebih cepat, terutama ketika menyangkut pelayanan masyarakat.
Selain meminta percepatan penanganan, Gubernur juga berharap PLN memiliki sistem mitigasi yang lebih matang sehingga pemadaman berkepanjangan tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Harapan kami dengan begini, bagaimana mitigasinya jangan sampai terjadi lagi. Tentunya kami juga meminta masukan dan kiat-kiat dari kalian (rekan-rekan media),” katanya.
Gangguan listrik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir sempat dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari. Selain mengganggu pekerjaan dan kegiatan belajar, pemadaman juga berdampak pada pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasionalnya.
PLN sendiri terus melakukan proses pemulihan jaringan secara bertahap. Hingga proses penanganan berlangsung, sebagian besar pelanggan telah kembali memperoleh pasokan listrik, sementara petugas tetap melakukan perbaikan di sejumlah titik untuk memastikan sistem kelistrikan kembali stabil.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








