Palangka Raya – Perburuan terhadap pelaku penyerangan yang menewaskan seorang anggota polisi dan menyebabkan personel lainnya hilang di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, terus diperluas. Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Tengah mengerahkan ratusan personel untuk memburu para pelaku sekaligus melakukan pencarian intensif terhadap dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan.
Operasi gabungan itu menjadi fokus utama aparat setelah insiden berdarah saat penggerebekan jaringan narkoba di wilayah pedalaman Katingan. Kasus ini mendapat perhatian langsung dari Mabes Polri karena dinilai sebagai serangan serius terhadap aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas pemberantasan narkotika.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Selain mengejar pelaku penyerangan, tim gabungan juga memprioritaskan pencarian dua anggota polisi yang diduga hilang setelah insiden terjadi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan seluruh kemampuan kepolisian akan dikerahkan agar para pelaku dapat segera ditangkap.
“Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas Eko.
Ratusan personel dari berbagai satuan diterjunkan menyisir kawasan hutan, bantaran sungai, hingga lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku. Upaya pencarian dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi medan yang cukup berat.
Selain operasi pencarian, penyidik juga terus mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan narkotika yang menjadi target penggerebekan. Aparat mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu pelaku melakukan penyerangan terhadap petugas.
Brigjen Pol. Eko menegaskan bahwa tragedi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam setiap operasi pemberantasan narkotika agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas.
“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat memastikan proses pengejaran terhadap para pelaku tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil ditangkap. Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Tengah berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus mengungkap jaringan narkoba yang diduga menjadi pemicu insiden berdarah itu.
Operasi gabungan masih berlangsung dengan dukungan personel dari berbagai unsur kepolisian. Masyarakat juga diminta memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para pelaku maupun petunjuk yang dapat membantu pencarian dua anggota polisi yang masih hilang.
Kasus penyerangan terhadap anggota Polri di Kabupaten Katingan menjadi perhatian nasional karena menewaskan personel Polisi dan menghambat operasi pemberantasan narkoba. Melalui dukungan penuh Bareskrim Polri dan Polda Kalimantan Tengah, pengejaran pelaku serta pencarian anggota yang hilang terus dilakukan hingga seluruh fakta terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








