Polda Dalami Keterangan Anak Kades dalam Kasus Narkoba Katingan

oleh
Polda Kalteng mendalami keterangan anak kepala desa untuk mengungkap jaringan narkoba dan tragedi penyerangan anggota Polres Katingan.-Ilustrasi-

Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah terus mengembangkan penyidikan kasus narkoba di Katingan yang berujung pada penyerangan terhadap anggota kepolisian di Desa Tumbang Kalemei. Dalam proses pendalaman, penyidik kini memeriksa anak kepala desa yang diketahui berasal dari Desa Tumbang Marak, yang diduga mengetahui rangkaian kejadian sebelum hingga saat operasi berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk mengungkap secara menyeluruh jaringan peredaran narkotika yang diduga telah lama beroperasi di wilayah tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perlawanan yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.

Tim penyidik Polda Kalteng terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna memperkuat konstruksi perkara. Selain saksi-saksi lain, anak kepala desa asal Desa Tumbang Marak turut dimintai keterangan karena dinilai memiliki informasi penting terkait aktivitas di lokasi kejadian.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Adi Purnomo, menegaskan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap fakta terungkap dengan jelas.

Kami terus mendalami keterangan para saksi, termasuk anak kepala desa, untuk mengetahui secara utuh kronologi dan keterlibatan pihak-pihak dalam jaringan narkoba ini,” ujar Kombes Pol Adi Purnomo.

Menurutnya, penyidik tidak hanya fokus pada peristiwa penyerangan terhadap aparat, tetapi juga menelusuri alur distribusi narkotika yang diduga menjadi akar persoalan di wilayah tersebut.

Polda Kalteng memastikan setiap keterangan yang diperoleh akan diuji dengan alat bukti lain agar proses penyidikan berjalan objektif dan sesuai ketentuan hukum.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada pelaku di lapangan. Ia memastikan seluruh pihak yang terlibat, termasuk jaringan besar di balik peredaran narkoba, akan diburu hingga tuntas.

Tidak ada sedikit pun kepolisian yang ada di Kalimantan Tengah ini untuk mundur terhadap para pelaku,” tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Ia menambahkan, pengembangan kasus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan profesionalitas dan ketelitian dalam setiap proses penyidikan.

Selain itu, Komisioner Kompolnas Mochamad Choirul Anam turut mendorong agar pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pelaku langsung, melainkan menyasar hingga ke jaringan utama.

Peristiwa ini harus menjadi satu spirit baru yang semakin mengencangkan pemberantasan narkoba dan tidak boleh berhenti di pelaku lapangan, tapi harus naik sampai ke gembongnya,” ujar Choirul Anam.

Sejauh ini, sejumlah tersangka telah diamankan terkait kasus tersebut. Namun, penyidik masih membuka peluang adanya tersangka baru seiring berkembangnya hasil pemeriksaan dan ditemukannya bukti tambahan.

Pendalaman terhadap anak kepala desa asal Desa Tumbang Marak diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi kejadian secara lebih utuh, sekaligus mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkotika tersebut.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.