Sampit – Program pemasangan listrik desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah menargetkan seluruh pemasangan jaringan listrik di desa-desa yang masih belum teraliri listrik dapat diselesaikan paling lambat pada Agustus 2026.
Target tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang selama ini menantikan hadirnya layanan listrik dari PLN. Rampungnya proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di kawasan tersebut.
Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, mengatakan progres pembangunan jaringan listrik terus berjalan meski masih menghadapi tantangan di lapangan, terutama terkait akses transportasi menuju sejumlah desa.
“Target kami hingga akhir Agustus seluruh pemasangan tiang sudah selesai. Setelah jaringan dan instalasi rumah benar-benar tuntas, kami akan berkoordinasi dengan PLN untuk penjadwalan peresmian penyalaan listrik,” kata Agus Saptono.
Menurut dia, dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Bukit Santuai, sangat membantu memperlancar distribusi material pembangunan. Perbaikan jalan dan jembatan yang dilakukan perusahaan membuat proses pengangkutan tiang listrik maupun perlengkapan jaringan menjadi lebih lancar.
Agus menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perusahaan yang ikut mendukung pembangunan infrastruktur dasar tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah membantu memperbaiki jalan dan jembatan sehingga distribusi material dan pembangunan jaringan listrik tetap dapat berjalan,” ujarnya.
Saat ini, enam desa telah memasuki tahap akhir pemasangan instalasi listrik. Sementara itu, empat desa lainnya masih dalam proses penyelesaian pemasangan tiang dan jaringan distribusi.
Setelah seluruh jaringan utama selesai dibangun, tahapan berikutnya adalah penyelesaian instalasi listrik ke rumah-rumah warga. Selanjutnya, PLN akan melakukan pemeriksaan teknis sebelum menetapkan jadwal penyalaan listrik secara resmi.
Program listrik desa Bukit Santuai merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas rasio elektrifikasi hingga ke wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Kehadiran listrik diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat layanan pendidikan, hingga mendukung fasilitas kesehatan di desa.
Selama ini, keterbatasan akses listrik menjadi salah satu tantangan utama bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Bukit Santuai. Karena itu, percepatan pembangunan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah bersama PLN.
Kecamatan Bukit Santuai memiliki 14 desa. Empat desa di antaranya telah lebih dahulu menikmati layanan listrik PLN. Dengan selesainya pembangunan jaringan pada tahun ini, seluruh desa di kecamatan tersebut ditargetkan memperoleh akses listrik yang lebih andal.
Pemerintah berharap masyarakat turut mendukung penyelesaian proyek ini agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berlangsung aman dan sesuai jadwal. Jika target akhir Agustus tercapai, maka warga tidak perlu lagi menunggu lama untuk menikmati layanan listrik PLN secara penuh.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









