KAPUAS – Warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dibuat geger oleh aksi seorang oknum Kepala Desa (Kades) Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat, H.M. Bob Mahaputra, SH. Ia diduga mengamuk di beberapa lokasi sambil membawa mandau. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari aparat mengenai penyebab kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bob awalnya terlihat berada di depan kompleks rumahnya dengan kondisi yang tidak biasa. Tak lama kemudian, ia dikabarkan menuju SPBU di Jalan Pemuda sambil membawa mandau.
Aksi tersebut membuat warga panik. Beberapa orang berusaha menghentikan dan menenangkan Bob agar tidak membahayakan dirinya maupun orang lain. Beruntung, tidak ada laporan korban luka ataupun korban jiwa dalam kejadian itu.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, Bob dibawa oleh pihak terkait ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kapuas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sudah disuntik obat penenang di RSUD Kapuas,” ujar seorang warga.
Warga lainnya mengatakan seluruh masyarakat merasa prihatin dengan kondisi kepala desa tersebut. Menurutnya, video yang beredar di media sosial direkam saat Bob berada di depan rumahnya sebelum menuju SPBU.
“Semua pihak prihatin dengan kondisi Pak Bob. Video itu diambil saat beliau masih berada di depan kompleks rumahnya sebelum ke SPBU,” kata seorang warga.
Di tengah ramainya pembicaraan di media sosial, muncul dugaan bahwa Bob terkontaminasi barang terlarang. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian, pihak rumah sakit, maupun instansi terkait yang membenarkan informasi tersebut.
Karena itu, dugaan tersebut masih sebatas informasi yang beredar di masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Proses pemeriksaan dari pihak berwenang masih perlu ditunggu.
Perhatian masyarakat kini juga tertuju kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas. Banyak warga menunggu apakah akan ada keputusan terkait status Bob sebagai Kepala Desa Pulau Telo Baru.
Sampai sekarang, Pemerintah Kabupaten Kapuas, DPMD Kapuas, kepolisian, maupun RSUD Kapuas belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kejadian, kondisi kesehatan Bob, ataupun langkah yang akan diambil selanjutnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan seorang kepala desa yang masih aktif menjabat. Warga berharap aparat segera memberikan penjelasan resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan berbagai spekulasi. Mereka juga berharap penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







