Palangka Raya – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki tahapan penting. Pada hari terakhir sosialisasi visi dan misi bakal calon rektor yang digelar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (1/7), dua kandidat memaparkan gagasan strategis untuk membawa UPR menjadi perguruan tinggi yang lebih kompetitif. Isu Pemilihan Rektor UPR kali ini mengerucut pada dua fokus utama, yakni kebijakan afirmasi bagi mahasiswa daerah dan penguatan riset melalui peningkatan sarana prasarana.
Bakal calon rektor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Bhayu Rhama, menilai akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Kalimantan Tengah masih perlu diperluas. Menurutnya, universitas harus memberikan ruang lebih besar bagi calon mahasiswa lokal yang belum memperoleh kesempatan masuk ke program studi yang diinginkan.
“Afirmasi untuk mahasiswa baru, khususnya mungkin dari masyarakat Kalteng yang tidak bisa tertampung, itu sebaiknya kita alokasikan, kita masukkan ke prodi-prodi di MIPA,” ujar Prof. Bhayu.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak semata-mata bertugas menghasilkan lulusan dengan nilai akademik tinggi. Lebih dari itu, kampus harus mampu membentuk karakter, pola pikir, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.
“Kita mendorong mahasiswa kuliah bukan untuk cari nilai, tapi membentuk pola pikir mereka,” tegasnya.
Selain menyampaikan gagasan mengenai afirmasi, Prof. Bhayu juga menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi UPR, terutama terkait infrastruktur pendukung kegiatan akademik. Menurutnya, ketersediaan listrik yang stabil dan jaringan internet yang memadai menjadi faktor penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran maupun penelitian.
Ia menjelaskan, aktivitas laboratorium tidak akan berjalan optimal apabila pasokan listrik masih sering mengalami kendala. Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan yang diterima mahasiswa.
Bagi Prof. Bhayu, seluruh kebijakan kampus harus berorientasi pada kepentingan mahasiswa. Ia menilai mahasiswa merupakan tujuan utama keberadaan universitas sehingga seluruh sistem pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing.
Sementara itu, bakal calon rektor dari FMIPA, Prof. Liswara Neneng, mengangkat tema penguatan riset sebagai fondasi utama pengembangan UPR ke depan. Ia optimistis potensi sumber daya manusia di FMIPA menjadi modal besar untuk meningkatkan daya saing universitas.
“Fakultas MIPA ini memiliki banyak kelebihan, terutama dari aspek sumber daya manusia dosennya. Dosennya masih muda, tapi mereka itu sangat produktif,” ungkap Prof. Liswara.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya pada aspek sarana prasarana penelitian dan komposisi tenaga akademik yang menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian akreditasi unggul.
Karena itu, apabila dipercaya memimpin UPR, ia berkomitmen menjadikan peningkatan fasilitas penelitian sebagai program prioritas.
“Saya menjanjikan bahwa perbaikan kualitas sarana prasarana, terutama untuk mendukung riset, itu harus menjadi bagian prioritas,” katanya.
Selain memperkuat ekosistem riset, Prof. Liswara juga menargetkan lulusan UPR memiliki daya saing yang lebih tinggi sehingga mampu memperoleh pekerjaan dalam waktu maksimal enam bulan setelah menyelesaikan studi.
Tak hanya itu, ia berencana memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan di Kalimantan Tengah. Skema pendanaan tersebut diharapkan dapat memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh bantuan pendidikan.
Pemaparan visi dan misi kedua kandidat menunjukkan arah pembangunan UPR yang sama-sama berorientasi pada peningkatan kualitas perguruan tinggi, meski melalui pendekatan yang berbeda. Di satu sisi, kebijakan afirmasi dan penguatan layanan mahasiswa menjadi perhatian utama. Di sisi lain, peningkatan kualitas riset, fasilitas akademik, dan daya saing lulusan dipandang sebagai fondasi penting untuk membawa Pemilihan Rektor UPR menghasilkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








