PALANGKA RAYA– Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kedatangan kedua pimpinan daerah tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian Aipda Yudhi yang gugur ketika menjalankan tugas negara memberantas peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.
Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika Kapolda dan Gubernur menemui keluarga almarhum. Keduanya memberikan dukungan moril sekaligus memastikan pemerintah daerah dan institusi Polri hadir mendampingi keluarga pada masa berkabung.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas gugurnya salah satu personel terbaiknya. Menurutnya, pengorbanan Aipda Yudhi menjadi bukti nyata besarnya risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam memerangi jaringan narkotika.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya anggota kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda juga meminta doa seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar dua anggota kami yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Ia menilai pengabdian almarhum merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkotika.
Gubernur berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kata dia, memberikan penghormatan atas jasa almarhum yang gugur saat menjalankan amanah negara.
Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat mengikuti operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di wilayah Desa Tumbang Kalamei, Kabupaten Katingan. Insiden tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya belum ditemukan sehingga operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Polri bersama unsur terkait.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Tengah. Selain meninggalkan duka bagi keluarga besar Polri, insiden tersebut kembali mengingatkan besarnya ancaman jaringan narkotika yang kerap melakukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum.
Di sisi lain, aparat kepolisian menegaskan proses pengejaran terhadap para pelaku tetap berlangsung. Tim gabungan juga terus memperkuat operasi pencarian terhadap anggota yang masih hilang sebagai prioritas utama.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









