Katingan– Pencarian terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Bripda Nopandri Ramadhana, akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa hari dinyatakan hilang usai insiden berdarah saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, jenazah korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7).
Penemuan jenazah ini menambah duka dalam tragedi penggerebekan narkoba yang sebelumnya telah merenggut nyawa Aipda Yudhi Perdana Putra. Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden paling kelam yang menimpa jajaran kepolisian saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Katingan.
Jenazah yang diduga kuat merupakan Bripda Nopandri ditemukan tersangkut di ranting bambu dan kayu di aliran Sungai Katingan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Basarnas, TNI, dan warga segera melakukan proses evakuasi begitu mendapat laporan dari masyarakat.
Proses identifikasi dilakukan sebelum jenazah dibawa untuk penanganan lebih lanjut. Penemuan tersebut sekaligus menjawab pencarian intensif yang dilakukan aparat sejak insiden penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan terus bekerja maksimal sejak hari pertama operasi pencarian.
“Benar, jenazah yang ditemukan diduga merupakan Bripda Nopandri Ramadhana. Saat ini sedang dilakukan proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Dodik.
Sebelumnya, Bripda Nopandri dilaporkan hilang bersama dua rekannya setelah operasi penindakan terhadap terduga bandar narkoba berubah menjadi aksi penyerangan terhadap aparat.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah mengalami luka akibat senjata tajam. Sementara Bripda Nopandri dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang karena diduga hanyut saat berupaya menyelamatkan diri melalui Sungai Katingan.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, dibantu penyelam serta personel gabungan yang menyusuri tepian sungai hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus penyerangan yang menyebabkan gugurnya anggota Polri tersebut. Sejumlah terduga pelaku telah diamankan, sementara pelaku lain masih dalam pengejaran.
Kapolres menegaskan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Dodik.
Peristiwa di Tumbang Kalemei menjadi perhatian luas karena memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi aparat dalam memberantas jaringan narkotika. Selain melakukan pencarian terhadap anggota yang hilang, kepolisian juga memperkuat pengamanan di lokasi serta memperluas penyelidikan terhadap jaringan peredaran narkoba yang diduga menjadi pemicu bentrokan.
Dengan ditemukannya jenazah Bripda Nopandri Ramadhana, proses pencarian memasuki babak baru, sementara fokus aparat kini tertuju pada penyelesaian penyidikan dan penangkapan seluruh pelaku penyerangan. Tragedi Tumbang Kalemei menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba masih menyimpan risiko tinggi bagi aparat penegak hukum. Kepolisian memastikan pengungkapan kasus penyerangan dan jaringan narkotika di Katingan akan terus dilakukan hingga tuntas.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







