PALANGKA RAYA – Operasi lanjutan pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, terus menunjukkan hasil. Tim gabungan kepolisian berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika maupun aksi penyerangan terhadap aparat saat penggerebekan beberapa waktu lalu. Operasi penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya mengusut tuntas kasus narkoba di Tumbang Kalemei yang sebelumnya menewaskan tiga anggota Polri.
Polda Kalimantan Tengah memastikan pengejaran terhadap para pelaku masih terus berlangsung. Aparat tidak hanya memburu pelaku yang diduga menyerang petugas, tetapi juga menelusuri seluruh mata rantai jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan mengamankan sembilan orang merupakan hasil kerja intensif tim gabungan yang bergerak tanpa henti sejak insiden berdarah tersebut.
“Tidak ada sedikit pun kepolisian yang ada di Kalimantan Tengah ini untuk mundur terhadap para pelaku,” tegas Iwan Kurniawan.
Menurutnya, operasi dilakukan secara terukur dengan mengedepankan prosedur hukum. Penyelidikan juga terus dikembangkan guna mengungkap aktor utama yang diduga mengendalikan jaringan narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
Kapolda mengungkapkan, berdasarkan hasil pendalaman penyidik, salah satu target operasi bahkan merupakan seorang perempuan yang diduga berperan sebagai bandar sabu di wilayah tersebut.
“Pada saat melakukan kegiatan penindakan, sudah terlihat pembagian pengorganisasian anggota-anggota,” ujar Iwan Kurniawan saat menjelaskan pola perlawanan yang terjadi ketika penggerebekan berlangsung.
Ia menerangkan, situasi di lokasi berubah menjadi ricuh setelah massa berkumpul dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Kondisi tersebut membuat aparat harus mengambil langkah taktis demi menghindari jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.
Meski demikian, kepolisian memastikan proses penegakan hukum tidak akan berhenti. Seluruh pihak yang diduga berperan sebagai provokator, pelaku lapangan, maupun bandar narkoba akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari tragedi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian nasional karena memperlihatkan besarnya perlawanan yang dilakukan jaringan narkotika terhadap aparat penegak hukum.
Selain melakukan penangkapan, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para tersangka untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang masih buron maupun keterlibatan jaringan narkoba yang lebih luas.
Kepolisian berharap masyarakat dapat memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku lain atau aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memutus jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













