Katingan – Pengungkapan kasus tragedi Tumbang Kalemei yang menewaskan dua anggota Polri terus berkembang. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali menangkap seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Penangkapan tersebut memperkuat upaya aparat memburu seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam insiden berdarah yang mengguncang Kalimantan Tengah itu. Polisi menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan pelaku secara menyeluruh.
R ditangkap di wilayah Kabupaten Katingan dan saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan dalam penyerangan terhadap aparat ketika operasi penindakan narkotika berlangsung.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Yang diamankan berinisial R,” kata Dodik, Sabtu (4/7).
Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap R masih berlangsung sehingga penyidik belum menyimpulkan peran pasti yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut.
“Masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan,” ujarnya.
Menurut Dodik, penangkapan ini bukan akhir dari proses pengungkapan kasus. Aparat gabungan masih memburu sejumlah orang lain yang diduga ikut melakukan penyerangan terhadap personel kepolisian.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegasnya.
Dengan ditangkapnya R, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan kembali bertambah. Sebelumnya, polisi lebih dulu menangkap seorang pria yang disebut sebagai salah satu pelaku utama dalam kasus tersebut. Aparat juga terus memperluas penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (2/7/2026) dini hari ketika Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Operasi yang semula ditujukan untuk menangkap terduga bandar narkoba berubah menjadi insiden berdarah setelah petugas diduga mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.
Selain fokus pada operasi pencarian anggota yang belum ditemukan, kepolisian juga terus mengembangkan penyidikan guna memastikan seluruh pelaku penyerangan dapat diproses sesuai hukum. Aparat berharap pengungkapan kasus ini dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







