Palangka Raya – Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri melakukan audit khusus untuk mengusut secara menyeluruh peristiwa tragis yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh prosedur operasi, pengambilan keputusan, hingga penanganan pascakejadian berjalan sesuai standar dan dapat dievaluasi secara objektif.
Audit tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mengungkap fakta di balik tragedi yang menyita perhatian publik sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal.
Audit khusus yang dilakukan Itwasum Polri merupakan audit dengan tujuan tertentu (ADTT). Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga mencakup seluruh tahapan operasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan di lapangan, koordinasi antarpersonel, hingga respons setelah insiden terjadi.
Tim audit dipimpin Brigjen Pol. AI Afriandi bersama sejumlah pejabat Itwasum Polri, yakni Kombes Pol. Kaswandi Irwan, Kombes Pol. Agung Reza Pratidina, dan Kombes Pol. Agoeng Adi Koerniawan. Mereka turun langsung ke Polres Katingan untuk mengumpulkan data, memeriksa dokumen, serta meminta keterangan dari sejumlah personel yang terlibat dalam operasi.
“Audit ini dilakukan untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi organisasi,” ujar Brigjen Pol. AI Afriandi.
Menurutnya, hasil audit nantinya akan menjadi dasar dalam memperbaiki sistem kerja dan prosedur operasi kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Selain audit internal, proses penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan juga terus berjalan. Polri memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Tragedi Katingan terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap terduga pelaku peredaran narkotika di wilayah pedalaman. Dalam pelaksanaannya, petugas mendapat perlawanan yang berujung bentrokan.
Akibat insiden tersebut, tiga anggota Polri gugur dalam tugas. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam upaya pemberantasan narkotika di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Polri menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh menjadi bagian penting dalam penanganan kasus ini. Selain mengusut pelaku, institusi juga berkomitmen memperkuat standar operasional guna menjamin keselamatan personel dalam setiap operasi berisiko tinggi.
Brigjen Pol. AI Afriandi menegaskan bahwa audit tidak bertujuan mencari kesalahan individu, melainkan untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.
“Audit ini bertujuan memberikan rekomendasi agar pelaksanaan tugas ke depan semakin baik serta memperkuat pengawasan internal,” jelasnya.
Sejumlah rekomendasi yang akan dihasilkan dari audit ini diperkirakan mencakup peningkatan manajemen risiko operasi, penguatan koordinasi antarunit, kesiapan personel menghadapi situasi darurat, hingga penyempurnaan prosedur penindakan terhadap jaringan narkotika yang berpotensi melakukan perlawanan.
Audit khusus Itwasum Polri menjadi langkah strategis dalam mengungkap fakta di balik tragedi Katingan sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal kepolisian. Dengan evaluasi menyeluruh yang dipimpin Brigjen Pol. AI Afriandi bersama tim auditor, diharapkan kualitas pelaksanaan operasi kepolisian semakin meningkat, sehingga keselamatan personel dan efektivitas pemberantasan narkotika dapat terjaga di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







