Kasongan – Dugaan keterlibatan anak seorang pejabat daerah dalam jaringan narkoba yang dipimpin tersangka berinisial BIO menjadi sorotan baru dalam pengungkapan kasus besar peredaran sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Informasi yang beredar menyebutkan, terduga memiliki hubungan keluarga dengan pejabat publik, yakni ibunya menjabat sebagai kepala desa, sedangkan ayahnya merupakan anggota DPRD.
Kasus ini mencuat di tengah penyelidikan intensif aparat kepolisian terhadap jaringan narkotika yang diduga menjadi pemicu tragedi berdarah saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Aparat menegaskan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional tanpa membedakan latar belakang para pihak yang diduga terlibat.
Perkembangan terbaru penyidikan mengungkap bahwa jaringan BIO diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah orang yang kini masih didalami penyidik. Salah satu nama yang menjadi perhatian publik disebut-sebut merupakan anak dari pejabat daerah di Kabupaten Katingan.
Meski demikian, hingga kini kepolisian belum menetapkan status hukum terhadap yang bersangkutan. Aparat masih mengumpulkan alat bukti serta mendalami dugaan keterlibatan setiap individu yang masuk dalam lingkaran penyelidikan.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan proses penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur dan tidak dipengaruhi status sosial maupun jabatan keluarga para pihak yang diperiksa.
“Kami bekerja secara profesional berdasarkan alat bukti. Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Iwan dalam konferensi pers.
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah operasi penangkapan terhadap bandar narkoba berinisial BIO berujung bentrokan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Insiden tersebut mendorong Polda Kalimantan Tengah bersama Bareskrim Polri memperluas penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan yang diduga melindungi aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso memastikan institusinya memberikan dukungan penuh terhadap pengungkapan perkara tersebut.
“Kami pastikan penegakan hukum terhadap bandar narkoba di Kalimantan Tengah berjalan maksimal,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso.
Selain memburu para pelaku penyerangan terhadap anggota polisi, tim gabungan juga terus menelusuri aliran jaringan, peran masing-masing terduga, serta kemungkinan adanya pihak lain yang memberikan dukungan terhadap aktivitas peredaran narkotika.
Penyidik menegaskan setiap informasi mengenai dugaan keterlibatan individu, termasuk yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat publik, tetap akan diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, serta hasil penyidikan di lapangan. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum terdapat penetapan status hukum secara resmi.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







