Katingan – Kepala Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, meminta masyarakat luas tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap desanya menyusul tragedi berdarah saat penggerebekan bandar narkoba yang menewaskan tiga anggota kepolisian. Menurut pemerintah desa, peristiwa tersebut melibatkan individu tertentu dan tidak mencerminkan karakter masyarakat Tumbang Kalemei secara keseluruhan.
Kepala Desa Tumbang Kalemei, Herihandy, menegaskan bahwa sebagian besar warganya tetap menjunjung tinggi hukum dan tidak terlibat dalam aksi perlawanan terhadap aparat saat operasi penindakan narkotika berlangsung beberapa waktu lalu.
Ia berharap opini yang berkembang di masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh warga desa hanya karena tindakan segelintir orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
“Jangan memberi stigma negatif kepada Desa Tumbang Kalemei. Masyarakat kami tidak seperti yang dibayangkan orang,” tegas Herihandy.
Menurutnya, perlawanan yang terjadi ketika aparat melakukan penggerebekan berasal dari keluarga terduga bandar narkoba, bukan dari masyarakat desa secara umum. Ia menilai informasi yang berkembang di luar daerah telah menimbulkan persepsi keliru terhadap kondisi sosial masyarakat setempat.
“Tidak ada masyarakat yang terlibat, bahkan melakukan penolakan atas penangkapan yang dilakukan kepolisian. Yang melakukan perlawanan adalah keluarga dari terduga bandar narkoba tersebut,” ujarnya.
Herihandy menjelaskan, sejak insiden tersebut pemerintah desa justru aktif membantu aparat keamanan. Posko yang dibentuk bersama kepolisian digunakan untuk mendukung proses pencarian korban serta mempermudah koordinasi selama penanganan peristiwa berlangsung.
Ia mengatakan warga juga menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan mereka. Kondisi itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa masyarakat Tumbang Kalemei tidak menolak kehadiran aparat penegak hukum.
Di sisi lain, proses penyidikan kasus tragedi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei masih terus bergulir. Aparat kepolisian telah menetapkan sejumlah tersangka dan masih memburu beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap petugas. Pengembangan kasus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang memiliki peran dalam insiden tersebut.
Pemerintah desa berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan mampu memberikan keadilan bagi seluruh pihak. Bersamaan dengan itu, masyarakat diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memperburuk citra desa dan berdampak terhadap kehidupan warga yang tidak memiliki kaitan dengan kasus tersebut.
Herihandy menegaskan, Tumbang Kalemei selama ini dihuni masyarakat yang hidup berdampingan, bekerja sebagai petani, pekebun, dan pelaku usaha kecil. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan secara objektif tanpa memberikan cap buruk kepada seluruh desa.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







