Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Isu Kas Negara Menipis, Tegaskan APBN Masih Kuat

oleh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras kabar yang menyebut keuangan negara berada di titik kritis dengan sisa dana Rp120 triliun. Ia menegaskan informasi tersebut menyesatkan dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar,” tegas Purbaya.

Menurutnya, angka Rp120 triliun yang beredar di publik hanyalah sebagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), bukan total kas negara. Pemerintah saat ini memiliki total SAL sekitar Rp420 triliun yang dikelola dalam berbagai instrumen keuangan.

Sebagian dana tersebut, sekitar Rp300 triliun, ditempatkan di perbankan sebagai langkah strategis untuk menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Kebijakan ini, kata Purbaya, justru bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi, bukan karena kekurangan dana.

Ia juga menekankan bahwa dana yang ditempatkan di perbankan bersifat fleksibel dan dapat ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan negara.

“Tidak usah khawatir soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” ujarnya.

Dari sisi kinerja fiskal, pemerintah mencatat pendapatan negara hingga Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Sementara defisit APBN tetap terjaga di level rendah, sekitar 0,93 persen terhadap PDB.

Purbaya menegaskan, dengan kondisi tersebut, APBN tetap berfungsi sebagai penyangga (shock absorber) di tengah ketidakpastian global dan masih memiliki ruang yang cukup untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Pemerintah meminta publik tidak terpengaruh informasi yang tidak utuh. Secara fundamental, posisi fiskal Indonesia dinilai masih kuat, dengan cadangan dana dan pengelolaan anggaran yang terjaga.

banner 336x280