Gunung Mas Perluas Akses Pendidikan di Tengah Tantangan Infrastruktur dan Distribusi Guru

oleh

GUNUNG MAS — Transformasi pendidikan nasional tahun 2026 menitikberatkan pada digitalisasi, pemerataan akses wilayah 3T, serta penguatan karakter siswa. Kebijakan ini didukung anggaran pendidikan sebesar Rp769,09 triliun, dengan prioritas revitalisasi sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru.

Di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, implementasi mulai berjalan melalui sejumlah program prioritas daerah. Pemerintah setempat membangun Sekolah Rakyat Terintegrasi dengan kapasitas hingga 1.050 siswa sebagai upaya memperluas akses pendidikan.

Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, S.E., M.Si, menegaskan program tersebut menjadi langkah strategis untuk menekan kesenjangan.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu menjawab tantangan akses pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal.”

Penguatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pelantikan 44 kepala sekolah serta program kuliah gratis bagi 250 guru PAUD guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas, Aprianto, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pembelajaran.

“Regrouping sekolah dan peningkatan kompetensi guru menjadi langkah penting untuk memastikan pembelajaran lebih efektif dan merata.”

Di sisi lain, kebijakan regrouping sekolah diterapkan untuk mengoptimalkan distribusi tenaga pendidik, terutama di sekolah dengan jumlah siswa terbatas.

Namun, tantangan di lapangan masih signifikan. Keterbatasan infrastruktur digital dan akses internet di sejumlah wilayah pedalaman menjadi kendala utama dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi.

Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha, menekankan pentingnya pengawasan agar anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran.

“Prioritas harus diberikan pada sekolah di wilayah terpencil, termasuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.”

Sejumlah capaian mulai terlihat, terutama dalam perluasan akses dan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Meski demikian, distribusi guru yang belum merata serta keterbatasan sarana prasarana masih menjadi pekerjaan rumah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.