Palangka Raya — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kalimantan Tengah tidak sekadar seremoni. Pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan arah baru pendidikan: membentuk generasi yang sadar ekologis dan siap menghadapi krisis global.
Dalam peringatan yang berlangsung di Palangka Raya, Wamendikdasmen menekankan bahwa pendidikan tidak boleh lagi berjalan terpisah dari realitas lingkungan yang semakin tertekan. Perubahan iklim, degradasi alam, dan krisis sumber daya disebut sebagai tantangan nyata yang akan diwarisi generasi muda.

“Pendidikan tidak boleh terpisah dari realitas krisis global… perubahan iklim dan degradasi lingkungan adalah tantangan nyata,” tegas Fajar.
Fajar menegaskan, sistem pendidikan perlu bertransformasi dengan mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum, proses belajar, hingga praktik sehari-hari di sekolah. Pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan berbasis aksi nyata.
“Mulai dari hal kecil, seperti mengelola sampah, menghemat energi, hingga penghijauan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sekolah sebagai ruang yang “memanusiakan”, aman, sehat, dan mendorong pembentukan karakter siswa sejak dini melalui kebiasaan ramah lingkungan.
Dalam pidatonya, Fajar menggarisbawahi tema Hardiknas tahun ini sebagai pesan kuat bagi generasi muda.

“Tema ‘kekuatan kita, planet kita’ menegaskan masa depan bumi berada di tangan kita semua,” katanya.
Pesan ini menempatkan pelajar bukan hanya sebagai penerima pendidikan, tetapi sebagai aktor perubahan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, meski di tengah tekanan efisiensi anggaran. Sinkronisasi program pusat dan daerah terus diperkuat agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan meski ada keterbatasan anggaran.
Peringatan Hardiknas di Kalteng mempertegas pergeseran paradigma pendidikan nasional: dari sekadar transfer ilmu menuju pembentukan karakter adaptif terhadap tantangan global.
Dengan memasukkan isu ekologis sebagai arus utama, pemerintah mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan tanggung jawab terhadap masa depan bumi.











