PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai titik tekan percepatan transformasi pendidikan daerah, dengan dua fokus utama: digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menilai langkah ini bukan sekadar program rutin, tetapi strategi langsung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing siswa di tengah perubahan teknologi.

“Kita terus menggalakkan dua fokus utama, yaitu digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi diarahkan pada penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi, termasuk penerapan model hybrid dan pengembangan modul interaktif agar proses belajar lebih efektif dan adaptif.
Di sisi lain, revitalisasi sekolah difokuskan pada perbaikan infrastruktur pendidikan. Pada 2025, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB telah direhabilitasi, dan jumlah tersebut diproyeksikan bertambah pada 2026 setelah melalui proses usulan dan verifikasi.
“Tahun 2026 ini akan ada penambahan sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan digitalisasi dan perbaikan sarana pendidikan sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Disdik Kalteng menegaskan, kombinasi antara teknologi pembelajaran dan perbaikan fasilitas fisik menjadi kunci menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan pendekatan tersebut, Hardiknas 2026 tidak lagi berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum konkret percepatan transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah.











