PALANGKA RAYA — Antusiasme masyarakat terhadap program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kembali membludak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sekitar 120 ribu warga mendaftar sebagai calon penerima tahap lanjutan program bantuan tersebut.
Lonjakan pendaftar ini dinilai sebagai indikator tingginya kepercayaan publik terhadap program KHBS. Namun di sisi lain, pemerintah menegaskan proses seleksi akan diperketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menyebut seluruh pengajuan tidak otomatis diterima, melainkan harus melalui tahapan verifikasi dan validasi ulang berbasis data resmi.
“Total sudah ada sekitar 120 ribu orang yang mengajukan. Semua data akan diverifikasi dan divalidasi agar penerimanya benar-benar tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan mengakomodasi seluruh pendaftar tanpa proses seleksi ketat. Setiap data akan dicocokkan dengan basis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik.
“Setiap pengajuan tetap kami cek ulang, tidak otomatis langsung masuk karena harus dipastikan memenuhi syarat,” tegasnya.
Program KHBS sebelumnya telah menjangkau sekitar 209 ribu penerima di Kalimantan Tengah. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tidak meleset dari target sasaran.

Pemerintah juga membuka kanal aduan bagi masyarakat yang merasa berhak namun belum terakomodasi, sebagai bagian dari upaya transparansi dan perbaikan data.
Lonjakan pendaftar sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah daerah: menjaga kepercayaan publik dengan memastikan program tidak hanya besar secara angka, tetapi juga akurat dalam penyaluran.











