PALANGKA RAYA – Nama Letnan Kolonel Psk (Purn.) Dhomber kembali mencuat sebagai salah satu tokoh kunci dalam sejarah perjuangan udara Indonesia, khususnya dalam upaya merebut Kalimantan dari tangan Belanda pada masa revolusi.
Dhomber, putra asli Dayak dari Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dikenal sebagai bagian dari generasi awal penerbang TNI Angkatan Udara yang terlibat dalam operasi lintas udara berisiko tinggi. Ia bahkan telah terjun dalam perjuangan sejak usia 15 tahun dengan meninggalkan kampung halaman untuk bergabung dengan pejuang di Jawa.

Dalam fase krusial 1947, Dhomber terlibat dalam operasi penerjunan pasukan payung ke Kalimantan—strategi yang dipilih karena ketatnya blokade laut oleh Belanda. Operasi ini menjadi tonggak penting dalam membuka jalur perlawanan di wilayah pedalaman.
Selain peran militer terbuka, Dhomber juga dikenal menjalankan misi penyusupan dan intelijen. Ia menggunakan identitas samaran dan jaringan lintas wilayah untuk membangun komunikasi antarpejuang di Kalimantan hingga kawasan perbatasan.
“Operasi lintas udara menjadi satu-satunya cara menembus blokade Belanda,” demikian tergambar dalam catatan sejarah TNI AU terkait strategi saat itu.
Atas kontribusinya, nama Dhomber kini diabadikan sebagai pangkalan udara di Balikpapan, menegaskan perannya dalam sejarah militer nasional.

Biografi Singkat
Nama: Letnan Kolonel Psk (Purn.) Dhomber
Lahir: 2 Februari 1924, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah
Wafat: 5 November 1997, Pangkalan Bun
Dhomber adalah penerbang TNI AU dan tokoh nasionalis dari Kalimantan Tengah. Ia berasal dari suku Dayak dan mulai terlibat dalam perjuangan kemerdekaan sejak remaja.
Karier militernya dimulai setelah mengikuti pendidikan Sekolah PARA AURI di Maguwo pada 1947, yang menjadi pintu masuknya dalam operasi pasukan payung.
Sejumlah jabatan penting yang pernah diemban antara lain:
- Komandan Pangkalan Udara Balikpapan
- Komandan KPU Pangkalan Bun
- Perwira di berbagai satuan TNI AU di Kalimantan
Setelah pensiun dengan pangkat Letnan Kolonel, ia juga sempat berkiprah di ranah sipil sebagai anggota DPRD tingkat provinsi.
Dhomber dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Indra Pura, Pangkalan Bun. Sebagai bentuk penghormatan, nama beliau diabadikan menjadi Lanud Dhomber di Balikpapan sejak 2018.










