Puruk Cahu — Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mempercepat konsolidasi jelang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Fokus diarahkan pada kesiapan teknis, keselamatan peserta, hingga strategi tampil kompetitif di ajang tingkat provinsi tersebut.
Rapat persiapan yang dipimpin Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Sarwo Mintarjo menjadi titik awal penguatan koordinasi lintas perangkat daerah. Seluruh unsur diminta memastikan tidak ada celah dalam aspek administrasi, teknis, maupun pendampingan peserta.

“Kita harus menjamin keselamatan dan kesiapan setiap peserta agar mereka bisa fokus dalam berlomba,” tegas Sarwo.
FBIM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–23 Mei di Palangka Raya. Ajang tahunan ini bukan sekadar festival budaya, tetapi arena kompetisi antar kabupaten/kota yang menguji kualitas pembinaan seni daerah.
Pemkab Mura menegaskan, keikutsertaan tahun ini tidak boleh bersifat simbolik. Kontingen dituntut tampil maksimal dengan membawa identitas budaya lokal secara kuat dan terukur.
“Kesiapan kita harus benar-benar matang dan solid agar bisa memberikan hasil terbaik,” lanjutnya.
Selain aspek performa, pemerintah juga menyoroti manajemen kontingen sebagai faktor krusial—mulai dari keberangkatan hingga kepulangan harus berada dalam kontrol penuh. Pendampingan intensif dinilai menjadi kunci agar peserta bisa fokus pada kompetisi.

Dengan persiapan yang dipercepat dan lebih terstruktur, Pemkab Mura membidik dua hal sekaligus: prestasi di arena lomba dan penguatan posisi budaya Murung Raya di tingkat provinsi.








