Prabowo Konsolidasikan Pertahanan dan Ekonomi di Tengah Tekanan Global

oleh
Rangkaian pertemuan ini menunjukkan pola kerja terpusat Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian pertemuan intensif dengan dua figur kunci pemerintahan di Istana Negara/ Istana Merdeka, yakni Dudung Abdurachman dan Luhut Binsar Pandjaitan. Agenda ini mencerminkan konsolidasi lintas sektor—pertahanan dan ekonomi—di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Pertemuan Prabowo dengan Dudung menitikberatkan pada isu pertahanan dan keamanan nasional, terutama dalam merespons perkembangan geopolitik internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut Presiden menerima laporan komprehensif terkait kondisi terkini.

“Presiden menerima laporan terkait dinamika geopolitik serta perkembangan di bidang pertahanan dan keamanan,” ujarnya.

Tak hanya menerima laporan, Prabowo juga memberikan arahan strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Arahan tersebut mencakup langkah geostrategis ke depan guna mengantisipasi potensi ancaman dan meningkatkan koordinasi antar lembaga pertahanan.

Dudung sendiri menegaskan perannya sebagai penasihat presiden dalam memberikan masukan atas isu nasional hingga global.

“(Isu) nasional dan internasional,” kata Dudung singkat terkait materi yang dibahas.

Berlanjut dengan Luhut, pertemuan berfokus pada ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global. Diskusi mencakup kondisi ekonomi domestik, strategi menjaga daya beli, hingga stabilitas fiskal.

Pemerintah menilai kondisi ekonomi masih terjaga, namun membutuhkan langkah antisipatif.

“Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan,” ujar Seskab.

Luhut juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan, termasuk penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech) dan optimalisasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah melihat peluang menarik arus investasi global di tengah konflik internasional, termasuk dari kawasan Timur Tengah, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi nasional.

Rangkaian pertemuan ini menunjukkan pola kerja terpusat Presiden Prabowo: mengintegrasikan isu pertahanan dan ekonomi dalam satu garis kebijakan strategis.

Pertahanan diarahkan untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global, sementara sektor ekonomi difokuskan pada mitigasi risiko sekaligus menangkap peluang investasi.

Langkah “maraton” ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya merespons tekanan global secara sektoral, tetapi melalui pendekatan terpadu antara keamanan dan ekonomi sebagai fondasi stabilitas nasional.

banner 336x280