Sampit — Aksi kekerasan bersenjata mengguncang kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua petugas keamanan perusahaan menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat menjalankan patroli rutin.
Peristiwa terjadi di Blok S6 Estate 1, Desa Tanjung Jariangau, Rabu (22/4) sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban menemukan indikasi aktivitas pencurian buah sawit di area kebun.

Kejadian bermula ketika petugas mencurigai tumpukan tandan buah segar (TBS) yang telah dipanen namun belum diangkut. Saat dilakukan pengecekan, situasi berubah cepat menjadi serangan bersenjata.
“Pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban,” ungkap keterangan kepolisian.
Tidak hanya satu pelaku, beberapa orang lain diduga ikut muncul dari semak-semak dan melakukan penembakan secara beruntun, menciptakan situasi mencekam di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, dua satpam masing-masing berinisial DI (26) dan PO (45) mengalami luka tembak saat berusaha menyelamatkan diri.

- PO tertembak di lengan kiri
- DI mengalami luka tembak di telapak tangan hingga tembus jari
Meski terluka, keduanya berhasil melarikan diri ke pos keamanan dan kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan medis.
Aparat menduga kuat penembakan berkaitan dengan aktivitas kelompok pencuri sawit atau yang kerap disebut “ninja sawit” yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Benar, kasusnya sedang ditangani Unit Reskrim Polres Kotim,” ujar pihak kepolisian.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta kemungkinan adanya jaringan terorganisir di balik aksi penembakan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang konflik keamanan di sektor perkebunan sawit, sekaligus menegaskan meningkatnya eskalasi kekerasan dalam praktik pencurian hasil kebun di wilayah Kotim.









