Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar di tengah peluang perdagangan global yang terus terbuka.
“Peningkatan produksi dan kualitas menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar ekspor,” ujar Fairid Naparin.
Pemerintah Kota Palangka Raya menekankan pentingnya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk UMKM. Tidak hanya kuantitas, kualitas produk—termasuk pengemasan dan standar ekspor—menjadi faktor penentu.

Upaya ini sejalan dengan pengembangan produk unggulan daerah yang diarahkan untuk masuk ke pasar internasional.
Dorongan ekspor dipandang sebagai strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.
“Kegiatan ekspor membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal,” tegas Fairid.
Dengan basis UMKM yang besar, Pemkot optimistis Palangka Raya memiliki potensi kuat untuk meningkatkan kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian daerah.

Pemkot juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem ekspor.
Langkah strategis yang didorong meliputi:
- peningkatan kapasitas produksi UMKM
- pelatihan standar ekspor dan manajemen usaha
- penguatan akses pasar dan jaringan distribusi
Dengan strategi tersebut, Palangka Raya diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM yang mampu menembus pasar global.










